Beranda Berita Dampak Banjir Ponorogo, Mendikbud Ingatkan Pengelolaan Drainase

Dampak Banjir Ponorogo, Mendikbud Ingatkan Pengelolaan Drainase

102
0
Mendikbud Muhadjir Effendy saat meninjau sekolah yang terdampak banjir di Ponorogo, Selasa (12/3/2019). (foto: istimewa)

SahabatGuru – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengingatkan sekolah agar memberi perhatian pada pengelolaan drainase. Terutama bagi sekolah yang terletak di daerah yang mudah terkena banjir.

Hal itu disampaikan Mendikbud saat meninjau Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Sekolah kejuruan ini merupakan salah satu sekolah yang terdampak bencana banjir di provinsi Jawa Timur beberapa waktu lalu. Banjir mengakibatkan banyak alat praktik siswa yang rusak.

“Ternyata, SMK ini sudah langganan banjir tiap tahun. Namun pengelolaan sekolah masih kurang tanggap. Pengelolaan drainase atau gorong-gorong di depan sekolah harus diperhatikan,” ujar Menteri Muhadjir seperti dikutip kemdikbud.go.id, Selasa (12/3/2019).

Baca Juga :   Presiden Joko Widodo: Dana di KIP Untuk Pendidikan

Mendikbud merencanakan untuk berkoordinasi terkait pemberian dana bantuan dengan Dinas Pendidikan terkait. Ini untukmempercepat proses pemulihan sekolah yang terdampak banjir.

 “Ini akan kami cek untuk pemberian dananya. Dengan demikian kami dari pusat bisa menetapkan apa yang harus dibantu. Pemerintah provinsi juga dapat mengakomodir dana untuk ditarik juga ke sini,” jelasnya.

Kepala SMKN 2 Ponorogo Sujono mengungkapkan banjir mengakibatkan sekolah mengalami kerugian Rp2,8 M. Kerugian paling banyak pada alat praktik untuk tata boga, tata busana, dan kecantikan.

“Alatnya terendam air dan karena elektronik jadi kemungkinan besar rusak, seperti oven, kompor gas, tempat membuat cokelat, mesin jahit,” ujarnya kepala sekolah.

Alat praktik itu sendiri merupakan bantuan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jatim dan APBD sebanyak Rp2,5 M. Namun alat-alat tersebut rusak akibat terkena banjir. Sekolah mengupayakan alat-alat yang rusak untuk diperbaiki. Selama proses perbaikan, siswa pun menggunakan alat-alat praktik manual, seperti mesin jahit lama.

Baca Juga :   Disiapkan, Model Kemitraan Sekolah Vokasi Dengan Industri 

Kerugian karena alat yang rusak akibat banjir juga dialami SMAN 3 Ponorogo. Berbagai alat elektronik serta kebutuhan laboratorium sekolah yang rusak menjadikan sekolah mengalami kerugian Rp257 juta.      

Facebook Comments

Komentar