Inilah Strategi Penguatan Literasi di Sekolah, Guru Wajib Ketahui !

Apakah literasi sama dengan membaca? Pada dasarnya literasi tidak semata-mata hanya membaca saja. Literasi memiliki arti yang luas yakni mencakup keterampilan berpikir menggunakan sumber-sumber pengetahuan dalam bentuk cetak, visual, digital, dan auditori.

Apr 26, 2023 - 05:02
Mar 31, 2023 - 07:43
 0
Inilah Strategi Penguatan Literasi di Sekolah, Guru Wajib Ketahui !
Literasi Siswa di Sekolah. (sumber : GLM Kemdibud)

Perlu strategi yang baik dalam penguatan literasi di sekolah, bahwasannya literasi mampu menunjang siswa untuk mengembangkan dan meningkatkan berbagai pengetahuan siswa.

Pemerintah menekankan untuk sekolah membantu siswa untuk meningkatkan kemampuan literasi, oleh karena itu terciptanya program Gerakan Literasi Sekolah. Berikut merupakan beberapa strategi yang perlu dilakukan guru sebagai penguatan atau peningkatan kemampuan literasi siswa.

1.Pengembangan Lingkungan Kaya Teks di Sekolah
Pengembangan lingkungan kaya teks merupakan hal yang penting dalam budaya literasi di sekolah. Lingkungan kaya teks dimaknai sebagai lingkungan di mana anak-anak berinteraksi dengan berbagai bentuk bahan cetak, termasuk tanda-tanda, sudut belajar yang berlabel, cerita dinding, displaikata, mural berlabel, papan buletin, grafik dan diagram, puisi, serta berbagai bahan cetak lain (Kadlic and Lesiak, 2003). 

Lingkungan kaya teks membantu siswa untuk mengembangkan keterampilan literasi, lingkungan kaya teks di sekolah diperlukan untuk menyediakan teks cetak yang digunakan untuk berbagai tujuan, membantu siswa mengembangkan pengetahuan tentang bagaimana huruf, kata, kalimat, dan teks berfungsi. Serta mendorong interaksi antara guru dan siswa dengan cara menciptakan lingkungan kaya teks Bersama-sama.

2.Pengembangan Lingkungan Sosial-Emosional
Lingkungan sosial yang perlu diciptakan di sekolah merupakan lingkungan yang dibentuk oleh jenis komunikasi dan interaksi di sekolah baik lingkungan sosial yang positif seperti contohnya orang tua dan guru bekerja Bersama sebagai mitra, guru merupakan kolega dan proses komunikasi bersifat terbuka, guru dan staf mengambil peran dalam proses pengambilan keputusan dan dapat menerima saran yang dating dari siswa, kemudia kepala sekolah, staf, dan guru merasa nyaman dengan resolusi konflik dan dapat menyampaikan opininya dalam atmosfer  yang saling mendukung.

 Untuk menciptakan lingkungan afektif yang positif yaitu semua warga sekolah dipandang penting sebagai bagian dari komunitas sekolah, masukan dari warga sekolah dihargai. Sekolah dapat memeriksa pemenuhan lingkungan sosial emosional yang literat dengan merujuk kepada daftar asesmen diri lingkungan sosial emosional.

3.Penguatan Lingkungan Akademik
Dalam meningkatkan literasi di sekolah selain penumbuhan budaya literasi di lingkungan fisik dan lingkungan afektif perlu diiringi dengan penerapan strategi pembelajaran yang menguatkan kecakapan literasi siswa. Kecakapan literasi tentunya dikuatkan sesuai dengan tahapan perkembangan literasi siswa. Pemetaan kecakapan literasi siswa sesuai tahapan perkembangannya ini diukur salah satunya dengan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). Kecakapan literasi yang diukur pada AKM berfokus pada literasi membaca, penguatan lingkungan akademik perlu memberikan perhatian pada kecakapan literasi reseptif lainnya (menyimakdan memirsa) serta kecakapan literasi produktif (berbicara, mempresentasikan, dan menulis). 

Strategi penguatan literasi di lingkungan akademik bertujuan untuk membuat kegiatan pembelajaran bermakna dan menyenangkan sehingga siswa dapat meningkat kecakapan literasinya dengan optimal. Prinsip penguatan lingkungan akademik berupa penguatan literasi selaras dengan tahapan perkembangan literasi siswa, kecakapan literasi terintegrasi dengan kegiatan pembelajaran lintas mata pelajaran, pembelajaran menggunakan Bahasa tulis dilakukan dengan aktivitas menggunakan Bahasa lisan (berbicara dan berdiskusi), serta penguatan literasi berfokus pada penggunaan ragam teks dengan format dan tema yang dekat dengan lingkungan keseharian siswa.

Untuk menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung literasi siswa diperlukan kerjasama semua pihak untuk merealisasikannya. Banyak strategi atau cara yang dapat digunakan oleh guru untuk mengembangkan literasi siswa sesuai dengan ide dan kreatifitas guru dalam menerapkannya.

sumber : Panduan Penguatan Literasi & Numerasi di Sekolah Ditjen PAUD, Dikdas, & Dikmen Kemendikbud 2021

DEWI ROSA

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow