Menghentikan Lingkaran Kekerasan di Lingkungan Pendidikan

Kekerasan dilingkungan sekolah merupakan sebuah hal yang nyaris umum terjadi. Nyatanya, kekerasan ini sudah seperti lingkaran setan yang terus berulang-ulang dimana pelakunya beragam, bisa dari murid atau bahkan guru itu sendiri

Dec 29, 2023 - 10:45
Dec 29, 2023 - 09:30
 0
Menghentikan Lingkaran Kekerasan di Lingkungan Pendidikan
ilustrasi oleh freepik

Kekerasan di lingkungan sekolah telah menjadi masalah yang meresahkan, merusak proses pendidikan, dan menghancurkan kehidupan para korban. Meski kekerasan terjadi dalam berbagai bentuk, termasuk fisik, psikis, dan seksual, catatan Komisi Perlindungan Anak Indonesia mencatat jumlah yang hanya sebagian kecil dari kasus yang sebenarnya terjadi.

Kekerasan sering kali memicu siklus yang sulit dihentikan. Contohnya, seorang murid yang menjadi korban bullying bisa saja menjadi pelaku kekerasan di kemudian hari. Bahkan guru pun bisa terjebak dalam siklus ini, menggunakan kekerasan dengan dalih mendidik atau sebagai bentuk "pelatihan mental." Hal ini memicu pertanyaan: Apakah kekerasan ini benar-benar diperlukan atau hanya sebagai saluran dari amarah yang tertahan?

Pentingnya menghentikan siklus kekerasan ini adalah untuk mencegah terulangnya kekerasan di masa depan. Guru dan murid sama-sama memiliki peran dalam mencegah penyebaran kekerasan, terutama bullying. Pendidikan karakter menjadi kunci dalam menghentikan siklus ini, memerlukan tindakan tegas dan pencegahan yang serius.

Kurangnya penanganan terhadap pelaku kekerasan, baik murid maupun guru, menjadi alasan utama mengapa kekerasan masih berlangsung di lingkungan pendidikan. Institusi pendidikan, terutama Kemendikbud, memiliki tanggung jawab besar untuk mengatasi masalah ini dengan serius. Upaya mencegah dan menangani kekerasan harus menjadi prioritas, bukan hanya statistik yang terus meningkat setiap tahun.

Sekolah juga memiliki tanggung jawab untuk tidak membiarkan kekerasan menjadi budaya. Menangani kekerasan dengan serius atau membiarkannya tumbuh menjadi bagian dari budaya sekolah merupakan pilihan yang menentukan arah pendidikan di masa depan. Lingkaran kekerasan ini harus segera diakhiri, bukan dilestarikan menjadi bagian tak terpisahkan dari pendidikan.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Darma Putra Kusuma Wijaya Saya adalah mahasiswa jurusan Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan, Universitas Gadjah Mada. Saat ini saya memiliki ketertarikan dalam isu pendidikan di Indonesia