Tingkatkan Kompetensi Siswa Sains dan Teknologi, Kemendikbud Gandeng Perusahaan Kalkulator

0
211

SahabatGuru – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menjalin kemitraan dengan Casio Computer Co., Ltd., dalam meningkatkan kompetensi siswa di bidang sains, teknologi, kerekayasaan, dan matematika (STEM). Hal tersebut diwujudkan dengan penandatanganan perjanjian kemitraan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, dan Wakil Presiden Eksekutif Casio Computer Co., Ltd. Hiroshi Nakamura.

“Kemitraan ini menandai upaya bersama dalam rangka memperkuat kerja sama di bidang pendidikan, khususnya dalam pengembangan kompetensi di bidang sains, teknologi, kerekayasaan, dan matematika,” ujar Mendikbud, Kamis lalu.

Menurut Mendikbud perkembangan teknologi yang sangat cepat karena diantisipasi dengan mempersiapkan generasi muda Indonesia yang mampu dan siap menghadapi persaingan.

“Dunia ini terus berubah dan teknologi berkembang sangat cepat. Kami harus mempersiapkan pelajar Indonesia agar siap menghadapi persaingan di masa yang akan datang. Saya yakin kemitraan ini akan berdampak positif bagi siswa Indonesia, sehingga mereka memiliki kompetensi unggul untuk menjadi calon pemimpin masa depan,” kata Mendikbud seperti dikutip kemdikbud.go.id.

Dalam perjanjian kemitraan, kedua pihak sepakat meningkatkan kompetensi pendidik serta mengembangkan minat dan kompetensi peserta didik dalam bidang sains, teknologi, kerekayasaan, dan matematika. Selain itu akan dikembangkan perangkat kurikulum, metode pembelajaran, dan bahan ajar dalam bidang yang sama.

Kemitraan juga dalam upaya peningkatan minat dan kompetensi peserta didik melalui magang, kunjungan belajar dan pelatihan, serta pengembangan perangkat kurikulum, metode pembelajaran, dan bahan ajar didukung dengan teknologi kalkulator saintifik. Sebagai langkah awal, Kemendikbud akan mengirim 20 siswa dari SMK seluruh Indonesia untuk magang di Thailand.

“Untuk tahap awal, kami mengirim 20 siswa SMK untuk magang di beberapa perusahaan industri yang ada di bawah Casio. Kami menargetkan mengirim lebih dari dua ribu siswa. Tidak hanya siswa tetapi juga gurunya dikirim. Guru pun harus menguasai teknologi,” kata mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu.

Sementara, Hiroshi Nakamura, Wakil Presiden Eksekutif Casio Computer, mengungkapkan kebanggaannya memberikan konstribusi dalam pengembangan pendidikan STEM di Indonesia.

“Casio merasa bangga bisa berkontribusi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya pada bidang sains, teknologi, kerekayasaan dan matematika. Kami telah mengamati kebutuhan para pendidik dan peserta didik di Indonesia dengan seksama, agar mampu memberikan perangkat terbaik yang kami yakini bisa meningkatkan kompetensi peserta didik dalam bidang sains, teknologi, kerekayasaan dan matematika,” ungkapnya.

Mengenai siswa yang dikirim untuk magang, Hiroshima mengungkapkan mereka akan diberi kesempatan melakukan praktik kerja lapangan di pabrik Casio di Distrik Amphoe Chokcai, Nakhon Ratchasima, Thailand. Selain mempelajari proses perakitan dan teknologi dari produk-produk Casio (seperti kalkulator dan jam tangan), para siswa mendapatkan pelatihan manajemen secara umum. Program magang selama tiga bulan ini dilaksanakan mulai Oktober 2018.

Untuk pengembangan perangkat, kurikulum metode pembelajaran, dan bahan ajar pada bidang sains, teknologi, kerekayasaan dan matematika, Casio bersama Kemendikbud telah memilih 20 sekolah di Indonesia untuk menggunakan kalkulator dalam kegiatan belajar mengajar. Ini untuk melihat efektivitas penggunaan kalkulator dalam kegiatan belajar mengajar khususnya matematika.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan Tulis Komentar Anda
Masukan Nama Anda Disini