TIGA GAYA BELAJAR, PAHAMI AGAR TAK SALAH BIMBING

May 16, 2023 - 01:59
May 12, 2023 - 06:44
 0
TIGA GAYA BELAJAR, PAHAMI AGAR TAK SALAH BIMBING
Foto ilustrasi oleh jcomp di Freepik

Keinginan dan harapan seorang guru dalam mengajar adalah agar tujuan pembelajaran tercapai.

Berbagai persiapan dilakukan seorang guru, seperti menyusun perencanaan pembelajaran, menyiapkan materi, alat, media pembelajaran bahkan rencana penilaian. Semua itu dimaksud agar dapat mencapai hasil yang diharapkan.

Namun seorang guru juga perlu memahami faktor lain yang mendukung tercapainya tujuan pembelajaran, yakni bagaimana cara membangkitkan motivasi sehingga anak mau dan serius mengikuti pembelajaran. Strategi pembelajaran tentu tidak lepas dari rancangan pembelajaran tersebut, bagaimana guru bisa mengelola kelas, menentukan metode yang tepat agar materi yang disampaikan dapat diserap oleh anak. Begitu juga dukungan dari media pembelajaran yang diperlukan agar konsep yang disampaikan dapat dimaknai secara konkret oleh peserta didiknya.

Apabila hal-hal tersebut telah diterapkan dengan baik maka diperlukan juga penilaian untuk mengukur sejauh mana ketercapaian hasil belajar yang telah dilaksanakan.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah konsep belajar bersama. Konsep ini adalah membantu peserta didik untuk dapat bekerjasama, mengeluarkan ide, menyatukan berbagai ide dalam memecahkan masalah untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Konsep belajar bersama adalah saling bekerjasama, mengatasi masalah bersama. Kerja sama yang dimaksud adalah semua harus aktif dan secara bersama dalam satuan waktu, memahami dan memaknai materi dan tugas yang diberikan guru, lalu memecahkan masalah, mencari solusi melalui ide kreatif dan menyimpulkannya. Namun ada juga yang penting harus dipa- hami juga oleh guru, yaitu bagaimana gaya belajar anak.

Dalam teori pengajaran ada tiga gaya belajar anak, yaitu visual, auditory dan kinestetik.

Pertama,Visual adalah gaya belajar dengan menggunakan indera mata yang lebih dominan, dengan melihat, mengamati, dan memandang.

Kekuatan anak dengan gaya belajar visual ini lebih kepada indera penglihatan. Contohnya anak akan lebih cepat menerima informasi atau materi melalui ilustrasi, gambar, poster, grafik, power point, senang melihat gambar dari video, artikel dan lain-lain. Selain itu anak dengan gaya belajar visual juga lebih suka dan nyaman belajar dengan pengunaan warna-warna, garis, maupun bentuk. Anak yang memiliki gaya belajar visual ini cenderung memiliki pemahaman yang mendalam dengan nilai artistik, seperti paduan warna, senang menggores atau membuat coretan-coretan dan menyusun balok atau menata benda-benda di sekitarnya. Oleh sebab itu metode pembelajaran yang tepat yaitu dengan metode mind-map, video ilustrasi, alat tulis berwarna, pembelajaran menggunakan bentuk.

Kedua, Auditory adalah gaya belajar dengan cara mendengar. Lebih dominan adalah dengan menggunakan indera pendengaran atau telinga.

Caranya dengan mendengarkan ceramah, radio, berdiskusi dan mendengarkan musik, melakukan percakapan satu-satu,video, diskusi kelompok, presentasi lisan. Anak dengan gaya belajar ini mampu memahami sesuatu lebih baik dengan cara mendengarkan. Anak auditory lebih menyukai hapalan, membaca, mengerjakan soal cerita.Oleh karena itu, metode belajar yang tepat yaitu dengan musik, menggunakan media auditori, berdiskusi, bercerita di depan kelas dan lainnya.

Ketiga, Kinestetik adalah gaya belajar yang lebih didominasi oleh gerakan anggota tubuh, misalnya tangan dan lain- lain.

Anak yang memiliki gaya belajar kinestetik ini lebih menyukai gerakan atau bergerak, bekerja dan menyentuh karena lebih menyenangkan dan berpengalaman langsung atau mempraktikkan langsung. Gaya belajar kinestetik ini lebih mudah menerima pelajaran dengan meraba, memegang dan melakukan aktivitas berge- rak sebagai suatu pengalaman langsung. Contohnya dengan melakukan aktivitas tangan, berjalan, bermain peran, mencatat dan lain-lain. Metode yang cocok untuk anak dengan gaya belajar kinestetik adalah praktik langsung, eksperimen, simulasi dan kunjungan ke tempat yang berkaitan dengan materi yang diajarkan.

Untuk para guru dan pendidik, setelah mengetahui tiga gaya belajar ini harapannya bisa memfasilitasi gaya belajar anak. Agar tujuan pembelajaran kita tercapai.

 

 

Dr Henny Jacobs, MPd

Penulis adalah Pengajar, Pengelola PAUD Terpadu Arini,

Pematang Rebah, Rengat Barat, Indragiri Hulu, Riau

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Sahabat Guru Inspirasi Indonesia Maju