Tersesat dalam Kebiasaan: Perkembangan Konsumsi Rokok di Kalangan Remaja Indonesia

pelajar Indonesia habiskan 200.000 buat beli rokok dalam seminggu

Jan 2, 2024 - 10:23
 0
Tersesat dalam Kebiasaan: Perkembangan Konsumsi Rokok di Kalangan Remaja Indonesia
ilustrasi oleh freepik

Sorotan terbaru dari Center for Indonesia’s Strategic Development (CISDI) mengungkapkan sesuatu yang mengejutkan: sekitar 70% siswa SMP dan SMA memulai perkenalannya dengan rokok melalui pembelian rokok batangan. Bahkan lebih mencengangkan lagi, penelitian ini menyoroti bagaimana pengeluaran mereka bisa mencapai Rp 200.000 setiap minggu, hanya untuk rokok.

Namun, pertanyaannya: Mengapa remaja bisa dengan mudah memperoleh rokok?

Pertama-tama, kehadiran aturan yang rapuh terkait larangan penjualan rokok secara eceran menjadi salah satu faktor kunci di balik fenomena ini. Remaja tidak kesulitan dalam mendapatkan rokok tanpa harus memberikan identifikasi, sehingga memberi mereka kebebasan untuk membeli dan mengonsumsi rokok dengan bebas.

Data terbaru juga menunjukkan tren yang mengkhawatirkan: pembelian rokok eceran di kalangan siswa di Indonesia terus meningkat, naik dari 11% pada tahun 2014 menjadi 13% pada 2019.

Pertanyaannya selanjutnya: Bagaimana solusinya?

Jalan keluar dari keadaan ini terletak pada penerapan kebijakan yang lebih ketat. Melarang penjualan rokok batangan, penegakan hukum yang tegas, dan langkah-langkah pengendalian produk tembakau merupakan langkah awal yang krusial. Selain itu, peningkatan harga jual rokok melalui kenaikan cukai juga bisa menjadi solusi efektif untuk menekan kebiasaan merokok.

Perlunya perlindungan masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja, dari dampak negatif rokok sangat penting. Dalam lima tahun terakhir, angka perokok usia anak dan remaja telah meningkat sekitar dua persen lebih. Saatnya bersama-sama kita mengambil tindakan konkret untuk melindungi generasi muda dari bahaya rokok!

Mari kita berkolaborasi untuk menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan bagi anak-anak dan remaja Indonesia. Pengeluaran besar untuk rokok tidak seharusnya menjadi pilihan dalam membentuk masa depan yang lebih baik bagi mereka.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Sahabat Guru Inspirasi Indonesia Maju