Sekolah di Daerah Terdepan, Terpencil Dapat Bantuan Laptop

0
30
Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan bantuan perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk sekolah di daerah Terdepan, Terpencil, Tertinggal (3T). Pemberian bantuan ini diharapkan mempercepat pemerataan kualitas pendidikan. Mendikbud Muhadjir Effendy saat menghadiri pelatihan yang diberikan kepada guru dari sekolah yang menerima bantuan TIK. (foto: kemdikbud)

SahabatGuru – Sekolah di daerah terdepan dan tertinggal tetap mendapat perhatian dari pemerintah. Berada di daerah tertinggal bukan berarti pendidikannya juga tertinggal.

Presiden Joko Widodo, menurut Mendikbud Muhadjir Effendy, sangat mengerti dalam menangkap persoalan tersebut, khususnya dalam memberikan pemerataan pendidikan.

Daerah terluar tak lagi menjadi halaman belakang tetapi sudah menjadi halaman depan. Karena menjadi halaman depan, maka harus ada perhatian lebih. Termasuk di bidang pendidikan dan harus ada pemerataan di semua daerah di Indonesia.

“Bapak Presiden sangat jeli menangkap persoalan, yang diberikan bantuan bukan pusat atau kota, tetapi membangun dari pinggiran untuk meningkatkan akses dan pemerataan kualitas pendidikan. Di tahun 2023, sekolah kita betul-betul menggunakan teknologi informasi, dan betul-betul siap menyongsong era 4.0,” ujar Mendikbud.

Mendikbud menyampaikan daerah terdepan, terpencil tetap mendapat layanan pendidikan yang bermutu. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pun tak sekadar mewujudkan layanan pendidikan yang bermutu tetapi juga mudah diakses dan terjangkau bagi semua di daerah tersebut. Demi mewujudkannya, kementerian memberikan bantuan berupa perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) kepada 70 sekolah di Daerah Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal (3T).

Bantuan yang diberikan Kemendikbud berupa empat komputer jinjing (laptop), LCD proyektor, perangkat akses internet, dan hard disk ekternal yang berisi konten-konten Rumah Belajar untuk setiap sekolah.

“Kami ingin mempercepat pemerataan kualitas pendidikan di manapun sekolah itu berada. Melalui bantuan TIK ini, kami berharap daerah 3T dapat mengakses seluruh materi yang juga diakses oleh anak-anak di perkotaan,” kata Muhadjir.

“Sekolah-sekolah di daerah 3T tidak memiliki hambatan untuk belajar dengan materi yang sama sehingga kualitas pendidikan di daerah 3T dan perkotaan memiliki kualitas yang sama,” ujarnya menambahkan.

Dalam pemberian koneksi internet di sekolah di daerah 3T, Kemendikbud bekerja sama dengan Kemenkoinfo melalui program Universal Service Obligation (USO). Tak hanya memberikan bantuan,  Kemendikbud juga memberikan program bimbingan teknis pemanfaatan TIK untuk guru di Sekolah Garis Depan.

“Tahun depan saya minta dapat diberikan 4.000 bantuan, khususnya di daerah TIK. Saya mohon fasilitas TIK ini dapat dimanfaatkan dengan baik. Bangun interkoneksi satu sama lainnya dan memberikan informasi dalam mendukung belajar mengajar di sekolah. Buka jendela selebar-lebarnya. Saya titipkan anak-anak di tangan Ibu dan Bapak guru,” kata Mendikbud berpesan.

Leave a Reply