Presiden: Terima Kasih Guru Yang Ajarkan Moral dan Budi Pekerti

0
38
Presiden Joko Widodo menyampaikan pesan penting terkait kebutuhan para guru yang memiliki tugas mulia itu. Pesan itu disampaikan Presiden pada puncak peringatan Hari Guru Nasional dan HUT ke-73 PGRI di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (1/12/2018). (foto: kompas.id)

SahabatGuru – Presiden Joko Widodo menyampaikan pesan penting saat menghadiri puncak Peringatan Hari Guru Nasional dan Hari Ulang Tahun ke-73 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Tahun 2018. Puncak peringatan yang dihadiri ribuan guru dilaksanakan di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (1/12/2018).

Presiden juga mengucapkan terima kasih kepada guru yang telah mendedikasikan diri untuk mendidik murid-muridnya. Mereka yang telah mengajarkan moral dan budi pekerti.

“Selamat Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-73,” ucap Presiden yang langsung disambut meriah dengan tepukan tangan dari ribuan guru.

“Terima kasih atas PGRI dan guru yang telah mengajarkan moral, budi pekerti, dan cinta serta membuka cakrawala bagi kita semua,” kata Jokowi melanjutkan.

Presiden yang mengenakan seragam PGRI mengungkapkan kebanggaannya berada di tengah guru yang berasal dari Sabang sampai Merauke ini. Menurutnya guru merupakan profesi yang sangat mulia sehingga harus dihormati.

“Saya sangat bangga berada di sini bersama instansi-instansi para guru dari seluruh tanah air, dari seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Saya bangga berdiri di sini menghormati profesi yang sangat mulia,” ujarnya lagi.

Mengingat profesi guru yang mulia, Presiden Jokowi menyampaikan pesan agar kebutuhan mereka sangat diperhatikan. Termasuk pengurusan hal yang bersifat administratif.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyederhanakan hal-hal yang berkaitan dengan sertifikasi maupun administrasi guru. Pesan yang sama juga disampaikan Jokowi kepada Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir. Jokowi mengungkapkan masih mendapat laporan sulitnya proses pencairan tunjangan profesi.

“Pertama, saya minta agar semua persoalan sertifikasi dibayarkan tepat waktu dan tepat jumlah. Tidak ada lagi keterlambatan pencairan karena dana sudah dialokasikan,” ujarnya.

Terkait dengan persoalan administrasi, Jokowi tak ingin waktu guru untuk mendidik tidak terbuang. Mereka tidak memiliki bayak waktu lagi dengan murid karena sibuk mengurus hal yang bersifat administratif.

“Mengingat tugas guru yang mulia dan sangat berat, saya tidak ingin guru masih dibebani dengan tugas-tugas administrasi yang berat. Jangan lagi ruwet-ruwet, jangan lagi mbulet-mbulet. Saya mau persoalan administrasi guru disederhanakan,” ujarnya.

Puncak peringatan Hari Guru Nasional menampilkan tarian dari berbagai daerah. Diawali dengan Rempak Gendang yang menyambut kedatangan Presiden. Tarian tersebut merupakan alah satu kesenian tradisional yang berasal dari Provinsi Jawa Barat. Selanjutnya ditampilkan Tarian Payung asal Minangkabau, Sumatera Barat. Ada juga pertunjukan tari asal Maluku dan Papua.

Dalam peringatan itu dihadiri Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, dan Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi.

Leave a Reply