PMP Tidak Untuk Tambah Pelajaran

0
31
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy (tengah) menyampaikan perlu adanya kajian dan masukan untuk pelajaran PMP sehingga bisa mengikuti perkembangan zaman. PMP juga diharapkan tidak menambah beban pelajaran. (foto: kemdikbud.go.id)

SahabatGuru – Penerapan mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) masih dikaji Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Dari pengkajian dan masukan yang diterima, PMP diharapkan sudah bisa diterapkan di tahun 2019. Meski akan dihidupkan kembali, namun PMP diharapkan tidak menambah beban pelajaran.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengungkapkan pengkajian untuk pelajaran tersebut akan melibatkan berbagai pihak, salah satunya dengan Pusat Pengkajian Pancasila Universitas Negeri Malang. Menteri juga terbuka menerima masukan dari pihak lain sehingga PMP bisa diterapkan dengan tepat

“Penerapan mata pelajaran PMP sedang dikaji. Kita masih mencari solusi jangan sampai menambah pelajaran,” kata Menteri Muhadjir seperti dikutip kemdikbud.go.id.

Menurut Mendikbud Pendidikan Moral Pancasila merupakan wujud penanaman nilai-nilai Pancasila yang dapat diberikan sejak Taman Kanak-kanak (TK). Turunan dari penanaman nilai-nilai tersebut menjadi etika yang kemudian menjadi norma dan diturunkan lagi menjadi perilaku.

“Pendidikan Moral Pancasila dapat diberikan sejak TK. Dari penanaman nilai akan ada turunannya menjadi etika, norma dan diturunkan lagi menjadi perilaku. Misalnya, musyawarah atau menghargai pendapat orang lain sudah ditanamkan sejak di TK. Yang jelas akan ada tema-tema yang lebih konkret. Dan pada prinsipnya kami terbuka menerima masukan,” ujar Mendikbud.

“Kita bersyukur dengan bangsa Indonesia yang luar biasa, dengan bangsa yang besar ini bisa menjadi satu. Kuncinya adalah kita punya ideologi yaitu Pancasila. Ini karya yang luar biasa dari para pendiri bangsa,” tutur Muhadjir menambahkan.

Setelah dimunculkan rencana dikembalikannya PMP, pelajaran itu diharapkan sudah bisa diterapkan di tahun 2019.

“Sebelum diterapkan, kami berharap sudah melalui kajian yang matang dengan mendapatkan masukan dari berbagai pihak. PMP juga diharapkan bisa mengikuti perkembangan dan tantangan zaman,” kata mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini.

PMP melalui kurikulum 1975 menjadi bagian dari pelajaran yang pernah diterima siswa sejak SD sampai SMA di era Orde Baru. Bagi mahasiswa, mereka mendapatkan pelajaran itu melalui P4. Selanjutnya,PMP dihapus dan digantikan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) berdasarkan kurikulum 1994.

Leave a Reply