Pianis Bocah Asal Kendal Ini Siap Pecahkan Rekor Dunia di Berlin

0
133
Pianis bocah Jefri Setiawan didampingi ayah dan guru pianonya sowan kepada Direktur Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, Nadjamuddin Ramly (kedua dari kanan). Di Berlin, Jerman, Jefri akan memecahkan rekor dunia bermain piano dengan mata tertutup. (foto: Agung Y. Achmad)

SahabatGuru – Pianis asal Kendal Jefri Setiawan bakal unjuk kemampuan memecahkan rekor dunia. Dirinya akan memainkan 120 lagu dengan piano selama tiga jam nonstop di Berlin, Jeman, 25 Oktober 2018.

Lebih dari itu, siswa kelas VII SMP N 2 Kendal, Jawa Tengah tersebut memainkan piano dengan mata tertutup. Jefri, sebelumnya, memegang rekor dunia memainkan 70 lagu dengan piano selama 120 menit atau dua jam di Singapura. Rekor bermain piano dengan mata tertutup itu dipecahkannya pada November tahun lalu.

Seperti telah diberitakan banyak media sejak beberapa bulan terakhir, tak terkecuali SahabatGuru (edisi bulan Agustus), Jefri dijadwalkan oleh Record Holders Republic (RHR), sebuah lembaga rekor dunia di Amerika Serikat untuk memecahkan rekor dunia di Berlin pada Juni 2018 lalu. Karena berbagai hal, rencana pemecahan rekor itu baru bisa dilaksanakan pada 25 Oktober 2018.

“Jadi, dia sudah berlatih keras karena pemecahan rekor di Berlin seharusnya dilaksanakan pada Juni lalu. Setiap pagi buta, dia berlatih selama dua jam sebelum berangkat sekolah. Namun karena berbagai hal, pemecahan rekor ini baru bisa dilaksanakan pada bulan Oktober. Dia akan membawakan lagu daerah, pop sampai klasik,” tutur ayahnya, Joko Manis.

Jefri pergi ke Jerman atas undangan Presiden Record Holders Republic Dr. David R. Adamovich. Berdasarkan surat undangan nomor: 12/RHR/MMXIX tertanggal 17 September 2018, Jefri akan melakukan kegiatan pemecahan rekor di Akademie Fur Kunste (ASK) Berlin – Schoneberg pada 25 Oktober. Surat tersebut menegaskan kegiatan yang bertajuk “World Breaking Record on Behalf of Jefri Setiawan “Playing 120 songs with piano, blindfolded, in 3 hours nonstop in Berlin, Germany.

Rencananya, Jefri berada di Jerman selama satu pekan, mulai Senin (22/10/2018) sampai Senin (29/10/2018). Selama di Jerman, Jefri yang sudah mencatatkan diri di Museum Rekor Indonesia (MURI) bermain piano dengan mata tertutup saat masih berusia 10 tahun ini, didampingi sang ayah yang juga bertindak sebagai manajer dan Peter Purnomo, guru pianonya.

Sebelum berangkat ke Jerman, Jefri sowan kepada Direktur Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, Nadjamuddin Ramly. Bertempat di ruangan di lantai 10 Gedung E Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kamis (11/10/2018), Jefri yang didampingi ayah dan gurunya berpamitan dan meminta doa restu untuk keberangkatannya ke Berlin.

Di hadapan Direktur Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, Jefri pun menggelar ‘konser dadakan’ piano. Seperti biasa, Jefri Setiawan unjuk kebolehan dengan mata tertutup. Aplaus pecah saat sang ‘maestro cilik’ itu membawakan Meraih Bintang, lagu resmi Asian Games 2018 yang sempat ngepop beberapa waktu lalu itu. Jefri juga membawakan sejumlah lagu, seperti Tanah Airku, lagu anak-anak, lagu pop, beberapa lagu Barat serta lagu bergenre klasik.

Merasa puas terhadap kemajuan dan kesiapan Jefri yang kian prima, Nadjamuddin mengatakan bakat anak bangsa seperti ini layak memperoleh dukungan pemerintah.

“Apalagi, pada saat ini dan masa yang akan datang, diplomasi budaya. antara lain melalui kesenian, baik tradisional maupun  modern, merupakan pendekatan paling strategis karena mampu menembus perbedaan bangsa-bangsa,” kata Nadjamuddin.

Joko menambahkan selama di Jerman, putranya tidak hanya bermain piano, tetapi juga memberikan kuliah di Humboldt-Universitat zu Berlin pada 26 Oktober 2018. Di universitas yang sudah berusia 208 itu, Jefri akan membawakan narasi tentang ‘Anak Ndeso yang Berhasil Mewujudkan Mimpinya Pecahkan Rekor Dunia dan Pergi ke Eropa’.

“Baru tiga orang Indonesia yang pernah tampil di salah satu universitas tertua tersebut,” kata Purnomo.

Mendengar kegiatan tambahan di luar event pemecahan rekor dunia itu, Nadjamuddin semakin yakin Jefri mampu menjadi duta kebudayaan selama di Eropa. “Kalau begitu, selamat berjuang, bawa nama harum bangsa, dan pulanglah dengan membawa sukses,” kata Nadjamuddin berpesan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan Tulis Komentar Anda
Masukan Nama Anda Disini