Mona Ratuliu, Menulis untuk Berbagi

0
68

SahabatGuru – Artis Mona Ratuliu (36) punya kesibukan baru. Dirinya mulai kerap diundang menjadi menjadi narasumber dalam seminar dan diskusi (bedah buku). Temanya tidak jauh dari peran atau bagaimana menjadi orang tua di era milienal.

Kesibukan anyar pengisi acara Modern Mom di sebuah stasiun televisi swasta ini tak terlepas dari rilis buku keduanya: Digital ParenThink (makna bebasnya: cara cerdas orang tua mendidik anak di era digital) pada awal Agustus lalu.

“Buku ini dirilis di antaranya karena banyak pertanyaan yang diajukan ibu-ibu dalam berbagai kesempatan diskusi atau seminar, termasuk ketika bedah buku karya saya yang pertama. Saya pikir, kenapa tidak ditulis saja secara khusus dalam sebuah buku,” kata Mona kepada SahabatGuru, beberapa waktu lalu.

Digital ParenThink yang disusun lebih dari setahun itu laris manis dipesan pembaca. Bahkan, kebanyakan peminatnya telah mengorder secara daring sebelum buku tersebut resmi dirilis. Konsekuensinya, Mona harus menyisihkan waktunya menghadiri banyak kegiatan bedah buku.

Banyak tips dan pendekatan menarik yang ditulis di buku kedua pemeran Poppy dalam sinetron Lupus Milenial ini. Semua ide diracik sedemikian menarik sehingga tulisan terasa dekat dengan pembaca, karena sebagian besar materi buku tersebut merupakan simpulan-simpulan yang Mona peroleh selama mendidik ketiga putra-putrinya: Davina Shava Felisa (15),  Barata Rahadian Nezar (9), dan Syanala Kania Salsabila (6). Langsung atau tidak, ketiga putrinya adalah sumber inspirasi penulisan buku Digital ParenThink.

Mona mengaku pernah menghadapi persoalan pelik saat putri pertamanya yang biasa disapa Mima itu mengalami ketagihan dalam menggunakan gawai. Problem menjadi lebih ruwet ketika sang anak beranjak besar dan mulai susah diatur.

“Saya bersama suami sampai melakukan ‘detoksifikasi’. Yakni, puasa total gawai untuk mengeluarkan ‘racun’ adiktif terhadap gawai pada anak,” tutur istri aktor Indra Brasco ini.

Berkat ketelatenan dan kesabarannya, Mona dapat melalui masa-masa sulitnya dengan baik. Mima pun tumbuh sebagai anak remaja yang pintar serta tahu cara menggunakan gawai dengan benar.

Semua itu ada hikmahnya. Mona lantas berkesimpulan problem penggunaan gadget ternyata tak berdiri sendiri, tapi juga terkait pola asuh anak oleh orang tua. Jangan sampai lantaran gawai, komunikasi orang tua dan anak menjadi ‘garing’. Karena itu, bersama suaminya, Braco, Mona suka menghabiskan akhir pekan bersama anak-anak dengan bermain ‘untel-untelan’. Yakni ngumpul-ngumpul di kamar untuk bercanda diselingi permainan ngumpet di selimut. Suasana jadi heboh ketika Mona atau Brasco ditemukan anak-anak dan terjadi adegan ‘untel-untelan’.

Melalui Digital ParenThink, Mona ingin meyakinkan gawai pada dasarnya memudahkan proses pembelajaran anak-anak, termasuk sebagai media komunikasi orang tua dan anak. Namun, di sisi lain, bila salah dalam penggunaannya, perangkat yang menjadi ciri di era digital  tersebut juga dapat berdampak negatif bagi perkembangan anak.

Aktris yang melejit saat menjadi pemeran utama di sinetron Pelangi di Matamu itu menuturkan tidak mengalami kesulitan dalam proses penyusunan naskah di buku setebal 200 halaman ini. Semua berjalan lancar dan mengalir adalah lantaran Mona rajin menuangkan ide-idenya melaui blog pribadi monaratuliu.com. Melalui media ini, ia bahkan membentuk  menjadi grup milis khusus bertemakan parenthing sehingga terjadi dialog-interaktif.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan Tulis Komentar Anda
Masukan Nama Anda Disini