Mimpi Jefri Harumkan Bangsa Menjadi Kenyataan

0
64
Jefri Setiawan berhasil mengharumkan bangsa setelah memainkan 100 lagu dengan piano dan mata tertutup di Berlin, Kamis (25/10/2018). (foto: istimewa)

SahabatGuru – Mimpi Jefri Setiawan, pianis cilik asal Kendal, Jawa Tengah, akhirnya mejadi kenyataan. Bertempat di Akademie für Künste ASK-Berlin, Jeman,  Rabu (24/10/2018), siswa kelas VII SMP N 2 Kendal itu berhasil membuktikan kemampuannya bermain piano membawakan sebanyak 100 lagu dengan mata tertutup selama 3,5 jam berturut-turut. Tepat pukul 17.00 waktu Berlin (22.00 WIB), ia mengakhiri lagu urutan ke-100 dengan simfoni An die Freude (Inggris: Ode to Joy) dalam nada D-minor.

Sontak sekitar 300 hadirin pun langsung berdiri sambil bertepuk tangan memberikan penghormatan atas kemampuan langka sang pianis.  Thats uncredible… Genius boy.  Demikian terdengar beberapa komentar di sela-sela riuh rendah hadirin yang memenuhi aula utama di ASK-Berlin. Mereka adalah musikus, pengamat musik, mahasiswa, dan warga kota Berlin, Jerman.

Jefri yang masih belum percaya apa yang barusan ia lakukan lambaikan tangannya. Dia pun kembali disambut dengan standing ovation hadirin.

Pianis asal Kendal, Jefri Setiawan, saat beraksi memainkan piano dengan mata tertutup di sebuah akademi di Berlin, Jerman. (foto: istimewa)

Beberapa saat kemudian, pimipinan organisasi pencatat rekor dunia Record Holders Republic (RHR)  dan pengelola Akademie für Künste ASK-Berlin memberikan selamat. Mereka memberikan sertifikat sebagai bukti pengakuan atas rekor yang telah dicatat Jefri.

Thank you very much, thank you. Thank you very much. Ini untuk Indonesia tercinta!” ucap Jefri dengan nada lantang sembari mengangkat kedua piagam itu. Sorak penonton kembali pecah.

Seperti diberitakan SahabatGuru, Jefri telah bertekad pergi ke Eropa untuk membuktikan kemampuannya sekaligus memecahkan rekor bermain piano dengan mata tertutup. Rencananya, dia memainkan 120 lagi.

Namun atas pertimbangan tertentu dari RHR, ia tidak memainkan sebanyak 120 lagu, tetapi hanya 100 lagu. Meski demikian jumlah lagu tersebut sesungguhnya sudah jauh dari jangkauan pemusik mana pun, bahkan pianis dewasa.

Jefri pantas menempati posisi bergengsi tersebut karena tempaan dan jalan panjang yang dilaluinya. Latihan intensif di bawah bimbingan Peter Purnomo telah ia lakoni walau harus berbagi waktu yang ketat untuk belajar dan membantu orangtua berdagang air mineral isi ulang di rumah.

Ia kerap pergi ke tempatnya berlatih di Semarang (Purnomo Musik) sendirian dengan menggunakan angkutan umum. Karena kemampuannya bermain piano dengan cara unik, yakni mata tertutup, namanya tercatat di sejumlah lembaga rekor untuk jenis kemampuan yang sama, baik dalam negeri maupun dunia.

Bisa jadi rekor Jefri kali ini akan bertahan lama mengingat jenis kemampuan yang ia tunjukkan memang sangat unik dan memiliki tingkat kesulitan tinggi. Tak hanya mengandaikan keterampilan bermain piano dengan insting tinggi, Jefri juga mempertontonkan kemampuan mengingat memori secara tepat. Dua hal yang berbeda dan menuntut kerja otak kanan dan kiri sekaligus secara harmonis.

Menurut guru pianonya, Peter Purnomo, prestasi Jefri ini memang serupa anugerah. “Bermain piano sebanyak 100 lagu dengan urutan yang pasti, tidak keliru-keliru, dengan kualitas permainan yang sangat bagus, itu hal yang sangat sulit. Apalagi, hal itu dilakukan dengan mata tertutup yang membawa efek tertentu pada gerak motoriknya,” kata Purnomo.

“Latihan kami berikan tidak hanya bagaimana Jefri dapat bermain dengan mutu tinggi, tetapi juga kemampuan mengingat dengan baik sehingga berpotensi menjadi beban yang akan mengganggu konsetrasi permainan,” tutur Purnomo menambahkan.

Entah apa yang Jefri rasa dan pikirkan, ia hanya bahagia dan telah lega. “Alhamdulillah, semua ini berkat dukungan banyak pihak. Ini saya persembahan untuk Indonesia,” kata Jefri.

Karena kemampuannya yang istimewa ini, Jefri tak menepis rencana pemecahan rekor berikutnya. Hanya mengenai bentuk pemecahan rekor berikutnya, ia belum bisa menceritakan. Ia memang berharap namanya tercatat di Guinness World Records.  Selain itu, beberapa tawaran untuk main konser sudah sampai ke Jefri, di antaranya konser di tiga negara Eropa, tahun depan.

Joko Manis, ayah Jefri, membenarkan rencana tersebut. Namun, ia ingin Jefri berkonsentrasi pada sekolah. Maklum, selama dua bulan terakhir persiapan acara di Berlin , Jefri terpaksa sering meninggalkan bangku sekolah.

“Tetap bermain dan berlatih, tetapi belajar juga hal utama. Musik dan sekolah dapat saling berjalan seiring,” kata Joko.

Menanggapi kesuksesan Jefri, Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Najamuddin Ramly menyatakan suka-citanya. “Selamat Jefri, kau telah mengharumkan nama bangsa Indonesia. Apa yang kau lakukan itu adalah juga bagian dari diplomasi budaya,” kata Nadjamuddin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan Tulis Komentar Anda
Masukan Nama Anda Disini