Kenali Gejala-gejala Stres Akademik! Cegah Akibat yang Lebih Fatal.

Anak yang mengalami stres akan menunjukkan gejala emosional dan fisik. Stres pada anak yang terus dibiarkan bisa berdampak negatif seperti rentan mengidap gangguan jiwa, berisiko mengalami kekurangan gizi atau kelebihan berat badan dan prestasi di sekolah menurun karena sulit berkonsentrasi saat belajar.

Apr 8, 2023 - 19:36
Apr 6, 2023 - 14:25
 0
Kenali Gejala-gejala Stres Akademik! Cegah Akibat yang Lebih Fatal.
Ilustrasi anak sedang mengalami stres / Sumber Istimewa.

Pendidikan di sekolah dapat memenuhi beberapa kebutuhan anak dan menentukan kualitas kehidupan mereka dimasa depan. Namun dalam proses pendidikan di sekolah siswa tidak jarang juga mengalami stres karena ketidakmampuannya beradaptasi dengan program di sekolah.

Stres yang di alami siswa di lingkungan sekolah akan terakumulasi terhadap gangguan psikologis dan penyakit fisik. Stres yang sering dialami oleh siswa adalah stres akademik yang merupakan sumber stres yang terjadi pada setting sekolah (Mufadhal, B., Ifdil, I. & Nikmarijal, N., 2017).

Menelisik dari kutipan di atas ternyata pendidikan yang notabenya membuat anak tumbuh baik di hidupnya dapat berakibat negatif jika dilakukan dengan tidak benar. bisa jadi hal di atas adalah salah satu hal yang melatar belakangi adanya kurikulum 2022 (yang berbasis kompetensi siswa bukan konten) untuk meminimalisir stres akademik. Karena materi yang disajikan di sistem pendidikan standarnya semakin lebih tinggi dan akibatnya persaingan semakin ketat, waktu belajar bertambah, dan beban siswa semakin meningkat.

Guru dan orang tua merupakan orang yang paling berperan dalam hal stres akademik pada anak. Kesalahan pola pembelajaran dan pola asuh merupakan faktor utama yang pengaruhi timbulnya stres akademik. Untuk mencegah stres akademik pada anak, guru dan orang tua perlu tahu faktor apa saja yang menyebabkan stres akademik dan gejalanya untuk mencegah akibat lebih fatal.

Merujuk dari jurnal Jurnal Konseling dan Pendidikan Indonesian Institute for Counseling, Education  and Therapy (IICET), yang berjudul “Konsep Stres Akademik Siswa” menjelaskan beberapa faktor yang Mempengaruhi Stres Akademik dan gejala-gejala yang muncul saat anak alami stres akademik.

Adapun faktor-faktor yang dapat mempengaruhi stres akademik, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Lebih lanjut dijelaskan sebagai berikut.  

Faktor internal yang mengakibatkan stres akademik.
 
1. Pola pikir
Anak yang berpikir tidak dapat mengendalikan situasi, cenderung mengalami stres lebih besar. Semakin besar kendali bahwa ia dapat melakukan sesuatu, semakin kecil kemungkinan stres yang akan dialami anak.

2. Kepribadian
Kepribadian seorang anak dapat menentukan tingkat toleransinya terhadap stres. Tingkat stres anak yang optimis biasanya lebih kecil dibandingkan siswa yang sifatnya pesimis.  

3. Keyakinan 
Penyebab internal selanjutnya yang turut menentukan tingkat stres anak adalah keyakinan atau pemikiran terhadap diri. Keyakinan terhadap diri memainkan peranan penting dalam menginterpretasikan situasi-situasi di sekitar individu. Penilaian yang diyakini anak dapat mengubah pola pikirnya terhadap suatu hal bahkan dalam jangka panjang dapat membawa stres secara psikologis.   

Faktor eksternal yang mengakibatkan stres akademik.

1. Pelajaran lebih padat 
Kurikulum dalam sistem pendidikan standarnya semakin lebih tinggi. Akibatnya persaingan semakin ketat, waktu belajar bertambah, dan beban anak semakin meningkat. Walaupun beberapa alasan tersebut penting bagi perkembangan pendidikan dalam negara, tetapi tidak dapat menutup mata bahwa hal tersebut menjadikan tingkat stres yang dihadapi anak meningkat.

2. Tekanan untuk berprestasi tinggi 
Para anak sangat ditekan untuk berprestasi dengan baik dalam ujian-ujian mereka. Tekanan ini terutama datang dari orang tua, keluarga, guru, tetangga, teman sebaya, dan diri sendiri. 
  
3. Dorongan status sosial
Pendidikan selalu menjadi simbol status sosial. Orang-orang dengan kualifikasi akademik tinggi akan dihormati masyarakat dan yang tidak berpendidikan tinggi akan dipandang rendah. Anak yang berhasil secara akademik sangat disukai, dikenal, dan dipuji oleh masyarakat. Sebaliknya, siswa yang tidak berprestasi di sekolah disebut lambat, malas atau sulit. Mereka dianggap sebagai pembuat masalah, cenderung ditolak oleh guru, dimarahi orangtua, dan diabaikan teman-teman sebayanya.

Gejala-gejala Stres Akademik

1. Gejala emosional
Siswa yang mengalami stres akademik secara emosional ditandai dengan: gelisah atau cemas, sedih atau depresi karena tuntutan akademik, dan merasa harga dirinya menurun atau merasa tidak mampu untuk melaksanakan tuntutan dari pendidikan atau akademik. Gejala emosi antara lain: depresi, cepat marah, murung, cemas, khawatir, mudah menangis, gelisah terhadap hal-hal yang kecil, panik, dan berperilaku implusif.   

2. Gejala fisik
Siswa yang mengalami stres akademik secara fisik ditandai dengan: sakit kepala, pusing, tidur tidak teratur, susah tidur, sakit punggung, mencret, lelah atau kehilangan energi untuk belajar, jantung berdebar-debar, perubahan pola makan lemah atau lemas, sering buang air kecil, dan sulit menelan.

3. Gejala perilaku
Gejala perilaku seperti: dahi berkerut, tindakan agresif, kecenderungan menyendiri, ceroboh, menyalahkan orang lain, melamun, gelak tawa gelisah bernada tinggi, berjalan mondar-mandir, dan perilaku sosial yang berubah.

Galih N

Referensi:
Mufadhal, B., Ifdil, I. & Nikmarijal, N., 2017. Konsep Stres Akademik Siswa. Jurnal Konseling dan Pendidikan Indonesian Institute for Counseling, Education  and Therapy (IICET) (5) 3. 143-148.

Karinta, 2021. Kenali Gejala Stres pada Anak dan Cara Tepat Mengatasinya. Hellosehat.com. https://hellosehat.com/mental/cegah-bunuh-diri/mencegah-menyakiti-diri-sendiri/

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Muh Galih Nirboyo Lulusan UIN Raden Mas Said Surakarta, Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam. Penggantung harapan dalam setiap huruf dan kata.