Jadi Ujung Tombak Pembangunan SDM, Peran Guru Makin Strategis

0
14
Presiden Joko Widodo berpesan guru harus meningkatkan profesionalisme untuk menuju pendidikan abad 21. Peran guru kian penting dan strategis karena pemerintah akan memprioritaskan pembangunan SDM. Presiden menyampaikannya pada puncak peringatan Hari Guru Nasional dan Ulang Tahun PGRI di Pakansari, Bogor, Sabtu (1/12/2018). (foto: kemdikbud)

SahabatGuru – Peran guru akan menjadi sangat strategis. Terutama setelah pemerintah akan menggeser pembangunan nasional untuk menguatakan sumber daya manusia (SDM).

Pada empat tahun pemerintahan Joko Widodo, pembangunan lebih diarahkan pada penguatan infrastruktur. Dengan pembangunan fisik itu, banyak dibangun jalan tol di berbagai daerah. Bahkan daerah-daerah di Papua pun sudah terhubung dengan adanya pembangunan jalan.

Selanjutnya, pemerintah akan menggeser strategi pembangunan yang menguatkan SDM. Dalam pembangunan ini, peran guru menjadi makin penting dan bahkan stratetis. Dengan peran penting itu, guru sebagai ujung tombak pembangunan SDM juga harus meningkatkan profesionalisme sekaligus menjadi agen-agen transformasi penguatan SDM Indonesia.

“Guru dituntut meningkatkan profesionalisme untuk menuju pendidikan abad 21. Demikian kata Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) saat menyampaikan sambutannya pada Puncak Peringatan Hari Guru Nasional 2018 dan Hari Ulang Tahun ke-73 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (1/12/2018) lalu.

Presiden mengingatkan kualitas SDM di semua jenis profesi serta kualitas SDM di usia dini dan remaja harus dapat ditingkatkan. “SDM kita harus mampu menghadapi dan memanfaatkan peluang dalam dunia dan perkembangan teknologi yang begitu cepat berubah saat ini,” tuturnya seperti dikutip kemdikbud.go.id.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, menegaskan kembali peran guru sebagai pendidik tak dapat digantikan oleh profesi lain maupun teknologi. Untuk mewujudkan guru sebagai pendidik profesional, pemerintah mengajak guru untuk terus mengembangkan kapasitas dan potensi diri.

“Kita akan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk peningkatan kompetensi guru ini. MKKS, KKG, MGMP nanti kita berdayakan dalam peningkatan kapasitas guru ini,” kata Mendikbud.

Dilaporkan Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PGRI, Unifah Rosyidi, sebanyak 44.720 guru dari berbagai wilayah di Indonesia hadir di Stadion Pakansari Bogor dalam rangka memeriahkan puncak peringatan Hari Guru Nasional.

Pada kesempatan ini Presiden menyerahkan penghargaan Dwija Praja Nugraha kepada dua Gubernur serta 14 Walikota dan Bupati. Presiden juga memberikan secara langsung penghargaan kepada 17 guru sebagai Guru Berdedikasi, dan Penghargaan Lomba Guru Menulis, serta Lomba Kreativitas Pembelajaran.

Di tengah perkembangan dunia yang sangat cepat, para guru diharapkan dapat mengambil peran yang lebih dari sekadar mengajar, tetapi juga mengelola belajar siswa. Presiden berpesan agar para guru dapat lebih fleksibel, kreatif, menarik, dan dapat menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan dan disukai siswa.

“Mengingat tugas mulia para guru, Saya tidak ingin guru dibebani dengan tugas-tugas administratif yang berat,” kata Presiden Jokowi.

Menyoal pesan Presiden tersebut, Mendikbud menyampaikan regulasi terkait guru dan tenaga kependidikan sudah disederhanakan sesuai arahan Presiden. Kemendikbud terus melakukan pemantauan terkait implementasinya di daerah.

“Tunjangan Guru itu dalam bentuk dana alokasi khusus nonfisik. Jadi memang tergantung pada tata administrasi di masing-masing daerah. Kalau regulasinya dari Kemendikbud sudah tidak ada masalah. Jadi kita memantau,” ujar Muhadjir.

Ditambahkannya, saat ini pelayanan untuk guru yang sebelumnya terpusat, saat ini sudah bisa dilakukan di tiap-tiap provinsi melalui Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP). Desentralisasi fungsi pelayanan ini diharap semakin memudahkan para guru.

Leave a Reply