Gerakan Literasi Ala Ratna Listy

0
51

SahabatGuru – Jagat hiburan tanah air tentu mengenal artis berparas cantik nan serbabisa ini, Ratna Listy (45). Wanita kelahiran Madiun ini kerap tampil layar kaca, baik saat membawakan acara reality show maupun ketika menyanyi. Apalagi, album-albumnya, terutama Keroncong Asli yang dirilis pada 2013 meraih sukses di pasar musik tanah air.

Namun, siapa yang mengira bila Nana, demikian Ratna Listy disapa, juga menaruh perhatian tinggi terhadap tradisi literasi. Sesibuk apa pun, dirinya merawat tradisi ini. Selain mengurus keluarga, lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya Malang ini sehari-harinya sibuk dengan kegiatan show (off air) dan beberapa bisnis yang ia geluti seperti Resto Bebek Jumbo di Kota Wisata Cibubur, atau bisnis kecantikan Masker Lumpur Laut Mati.

Nana ingin menjadi bagian dari pusaran gerakan literasi–program yang kini tengah digalakkan Pemerintah melalui Gerakan Literasi Nasonal. Keterlibatan Nana dalam dunia literasi telah ia tunjukkan melalui, antara lain, penerbitan buku 100 Motivasi Ratna Listy pada 2016.

Nana tak menduga bahwa karyanya yang sederhana itu ternyata berguna bagi orang lain.“Kata-kata motivasi tersebut saya tulis berdasarkan pengalaman pribadi yang saya tuturkan dengan menggunakan bahasa yang ‘Ratna Listy’ banget. Simpel dan mudah dipahami,” tutur Nana.

“Inspirasi dalam menulis saya peroleh dari berbagai sumber. Misalnya film, anak-anak, keluarga, teman, orang yang saya temui di jalan, dan lain-lain,” ujarnya menambahkan.

Ratna sendiri sudah hobi membaca sejak kecil. Buku-buku nonfiksi, fiksi seperti cerpen dan novel hingga buku motivasi pun dilahapnya.

“Kini, kegiatan literasi Nana meliputi diskusi dan bedah buku tentang proses kreatif dalam menulis agar semakin banyak orang yang menulis buku,” kata ibunda Swara Keisyah Alma Nova (2005) dan Swara Reiki January (2004) ini.

Bagi Ratna, gerakan literasi sangat dibutuhkan bangsa ini. “Terutama untuk menyadarkan masyarakat bahwa kemajuan suatu bangsa itu selalu dimulai dari kesadaran budaya membaca dalam meningkatkan pengetahuan. Membaca dan menulis inilah yang merupakan kegiatan utama dari gerakan literasi yang harus terus kita lakukan,” tutur Nana sembari memberi dukungan kepada para pegiat literasi yang terus berjuang hingga ke daerah-daerah pelosok tanah air.

Pelantun Mawar Sekuntum dalam album Laras Pesisiran (2009) ini mengakui masyarakat kita tengah diuji berbagai cobaan terutama akibat revolusi teknologi informasi dan komunikasi saat ini.

“Dalam waktu yang sama,” kata Nana, “kita belum cukup lama memulai tradisi literasi ini dengan baik. Ia memberikan contoh, masih lebih banyak orang menikmati media sosial ketimbang buku. Bahkan, hal serupa terjadi pada anak-anak sekolah.”

“Apa pun jawaban kita terhadap gejala tersebut, kita masih perlu meningkatkan kualitas tradisi literasi kita. Karena itu, semuanya mesti menjadi satu kesatuan yang saling bekerja sama melakukan kegiatan literasi. Misalnya, pemerintah menyiapkan infrastruktur seperti perpustakaan, kurikulum sekolah, dan lain-lain. Masyarakat juga bersama-sama mendukung kegiatan literasi, orang tua di rumah melatih dan mengajari kesadaran literasi, minimal mendidik untuk gemar membaca,” kata Ratna yang kerap tampil dengan gitar akustiknya itu.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan Tulis Komentar Anda
Masukan Nama Anda Disini