Gala Siswa Indonesia, Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Sepak bola

0
330
Jawa Timur saat tampil di pertandingan final Gala Siswa Indonesia tingkat nasional melawan Banten di Stadion Madya, Jakarta, Sabtu (20/10/2018).

SahabatGuru – Sepak bola menjadi salah satu bidang yang bisa menguatkan pendidikan karakter anak-anak. Apalagi anak-anak yang memiliki talenta sepak bola mendapat kesempatan mengikuti kompetisi Gala Siswa Indonesia yang diselenggarakan secara berjenjang.

Kompetisi bagi siswa SMP yang baru pertama kali dilaksanakan itu sendiri telah memainkan 3.554 pertandingan. GSI yang melibatkan tidak kurang 205 siswa digelar secara bertahap dan berjenjang dimulai dari tingkat kecamatan hingga tingkat nasional.

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen), Hamid Muhammad, mengungkapkan  ajang GSI merupakan wujud penguatan pendidikan karakter melalui sepak bola.

“Ini merupakan bagian terintegrasi. Pertandingan sepak bola ini dalam program pendidikan karakter,” ujar Dirjen Hamid.

Tak sekadar menjadi penguatan pendidikan karakter, GSI juga membuka kesempatan bagi pemain untuk masuk tim nasional U-16. Apalagi Kemendikbud menjalin kerjasama dengan PSSI yang memungkinkan diterjunkannya tim talent scouting untuk memantau pemain-pemain bertalenta.

Pelatih timnas U-19 Indra Sjafri mengungkapkan banyak pemain dari GSI yang memiliki talenta bagus. Menurut dia tidak menutup kemungkinan mereka dipanggil mengikuti seleksi timnas U-16.

“Ini sesuai dengan timnas U-16. Kami dari tim talent scouting akan merekomendasikan pemain yang bisa mendukung timnas U-16. Saya juga berharap kompetisi bisa digelar secara rutin setiap tahunnya,” kata Indra.

Menurut Indra pencarian bakat pemain tidak hanya melihat dari segi teknik atau keahlian bermain bola. Ada beberapa kriteria seperti kontribusi pemain pada tim selama pertandingan, kemampuan fisiknya, sikap atau perilaku pemain sebelum, selama dan setelah bertanding serta kemampuan menghargai rekan maupun lawan bermain, wasit, pelatih, dan penonton.

Dengan kriteria tersebut, sepak bola memang bisa menguatkan pendidikan karakter anak. Bagaimana mereka menaruh respek kepada pelatih maupun wasit dan lawan bertandingnya. Bagaimana pemain menjaga sportivitas dan menegakkan fair play. Ini menjadi pendidikan karakter anak.

Di pertandingan final GSI, Sabtu (20/10/2018) di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Jawa Timur tampil sebagai juara setelah mengalahkan Banten 4-3 melalui adu penalti. Dalam perebutan tempat ketiga, Jawa Tengah menang 3-0 atas DKI Jakarta.

Leave a Reply