Ayo, Belajar Bahasa Inggris Lewat WA

0
27

Penguasaan keterampilan berkomunikasi dalam bahasa Inggris di era global ini sangat penting dan menjadi nilai lebih bagi siapa saja yang sedang menempuh studi dan yang sedang mencari pekerjaan. Kenyataan telah disadari oleh hampir semua orang Indonesia.

Banyak sekolah menyediakan  jam khusus bagi para siswanya di luar jam pelajaran untuk menambah keterampilan berbahasa Iinggris, biasanya dalam kegiatan ekstrakurikuler atau English Club. Maraknya bisnis kursus Bahasa Inggris juga merupakan tanda meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya penguasaan Bahasa Inggris.

Siswa sendiri menyadari pentingnya penguasaan bahasa itu. Mereka memiliki keinginan kuat untuk bisa berkomunikasi dalam bahasainternasional tersebut.  Persoalannya, ada kendala-kendala yang menghambat mereka untuk bisa melakukannya.

Kendala-kendala itu bisa dari luar seperti minimnya rekan untuk berlatih, terbatasnya sumber dan alat untuk berlatih dan teman yang tidak mendukung. Sedangkan kendala dari dalam diri para siswa adalah rasa takut salah, tidak percaya diri dan penguasaan kosa kata yang terbatas.

Guru pun dituntut kian kreatif mengajarkan bahasa. Tak sekadar memberikan teori saat berdiri di depan para siswa tapi bagaimana mempraktekkannya dalam keseharian. Salah satunya adalah menggunakan media sosial Whats A (WA) untuk meningkatkan keterampilanberbahasa.

Mengapa WA? Aplikasi itu telah menjadi salah satu sarana media komunikasi sosial yang sangat popular. Meski ada aplikasi lainnya, tetapi WA menjadi pilihan banyak orang. Alasan kepraktisan dan biaya yang relatif murah membuat semakin banyak orang berkomunikasi melalui WA.

Fakta-fakta yang menarik tentang komunikasi lewat WA mendorong penulis menggunakannya sebagai salah satu media pembelajaran Bahasa Inggris. Bila jumlah siswa dalam satu kelas cukup banyak, guru bisa membaginya dalam beberapa grup WA. Ini juga memudahkan guru mengoreksi pesan-pesan yang dikirim.

Dalam metode ini, siswa menulis pesan pendek dalam Bahasa Inggris melalui WA. Temanya bebas. Kalimat bisa berupa kalimat berita atau pertanyaan. Siswa boleh menceritakan apa saja tetapi kesopanan harus dikedepankan dan tidak mengandung unsur SARA. Siswa juga tidak diizinkan menceritakan hal-hal yang bersifat pribadi dan sensitif.

Bila terbagi menjadi beberapa grup WA atau kelompok, mereka mendapat tugas secara bergantian. Bila hari ini, satu grup mengirim tugas menulis kalimat, lalu grup lain melakukannya  pada keesokan harinya. Untuk memudahkan siswa menulis kalimat, guru bisa menyarankan siswa mengunduh kamus di ponselnya.

Saat penulis menerapkan metode itu, respons siswa ternyata sangat bagus. Mereka rutin mengirim satu kalimat dalam Bahasa Inggris. Bahkan siswa saling mengingatkan kalau ada anggota grup yang belum mengirim tugas. Menariknya, saat mengingatkan, mereka mencoba menyampaikannya dalam Bahasa Inggris.

Penulis tidak selalu memberi jawaban atau membalas kiriman para siswa. Bila memberi balasan biasanya bersifat menyemangati belajar mereka.

Tak mudah mempraktekkan. Semula banyak tulisan siswa yang secara tatabahasa tidak benar atau pilihan kata kurang tepat. Hanya, sayasengaja tidak memberikan koreksi tetapi dukungan untuk mereka.

Perkembangan yang terjadi justru di luar perkiraan penulis. Para siswa justru saling mengoreksi dan memberitahu temannya kalau ada yang salah dalam penulisannya. Mereka juga tak segan memperbaiki kesalahannya. Ini menunjukkan motivasi siswa belajar Bahasa Inggris sangat tinggi.

Sebagai contoh ada siswa yang tidak menuliskan to be untuk kalimat nominal. Dia menulis This morning very cold because of the rain.

Penulis menahan diri untuk mengoreksinya. Ternyata pada kiriman berikutnya, anak tersebut tidak membuat kesalahan yang sama. Setelahdiselidiki, dia ternyata menyadari kesalahan dari kiriman teman. Selanjutnya dia tidak membuat kesalahan lagi.

Ada lagi siswa yang menggunakan auxiliary don’t’ pada kalimat nominal seperti ini, I don’t at home, the rain did not subside. Siswa ini lalu menyadari kesalahannya tanpa harus saya jelaskan, karena ternyata dia menyadari keasalahan dari membaca kiriman teman-temannya.

Dalam satu grup biasanya ada siswa yang penguasaan Bahasa Inggrisnya lebih bagus. Dia dengan suka rela membantu mengoreksi rekan-rekannya. Dalam perkembangannya, mereka belum sepenuhnya sempurna dari segi tata bahasa dan pilihan kata. Tetapi saya melihat sudah ada peningkatan.

Belajar Bahasa Inggris lewat WA, para siswa tidak terbatas pada ruang dan waktu. Mereka bisa mengirim pesan di mana saja dan kapan saja.Atau mengirim pada sore atau malam hari, pada saat di rumah atau di tempat lain.

Sebaliknya, mereka tidak diizinkan mengirim saat sedang mendapat pelajaran di kelas atau saat sedang berkendaraan. Ini tentu berbahayadan guru harus menekannya sejak pertama kali menerapkan metode ini.

Belajar lewat WA ternyata mendorong siswa lebih aktif dan memupuk keberanian dalam berbahasa Inggris. Pasalnya saat di kelas, siswa yang lemah penguasaan Bahasa Inggris cenderung takut mengucapkan kata. Mereka takut pengucapan atau pronunciation yang salah dan akan ditertawakan teman-temannya.

Dengan belajar di medsos bisa mengurangi ketakutannya bila siswa membuat kesalahan dalam menulis kalimat. Mereka juga bisa melakukan pengecekan melalui aplikasi kamus dilengkapi fitur audio untuk mendengar cara pengucapan yang benar.

Siswa yang sudah menulis dan mengirim kalimat di grup WA akan merasa puas dan bangga karena telah menulis kalimatnya dalam BahasaInggris tanpa bantuan dari siapa pun. Hal ini tentu menambah kepercayaan diri mereka.

Siswa sudah tidak merasa takut sehingga mereka makin mudah belajar Berbahasa Inggris. Mereka juga menambah perbendaharaan kosa katakarena makin sering membuka kamus. Kemampuan berbicara mulai benar karena mereka setiap hari mendengarkan cara membaca kata lewat kamus audio di ponselnya.

Setelah mempraktekkan cara belajar Bahasa Inggris lewat WA, penulis melihat ada peningkatan dalam kemampuan komunikasi dan pengucapan/pronunciation siswa. Guru juga merasakan hubungan emosional yang lebih dekat dengan siswa karena bisa lebih intensifberkomunikasi lewat WA. Ternyata, banyak manfaat dari belajar lewat WA.

Penulis

Heribertus Yeni Yulianto Kurniawan

Guru Bahasa Inggris SMA Negeri 3 Rembang, Jawa Tengah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan Tulis Komentar Anda
Masukan Nama Anda Disini