Aplikasi Bahasa Diluncurkan, WNA Kian Mudah Belajar Bahasa Indonesia

1
67
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Dadang Sunendar (kedua dari kanan) mengatakan Kemendikbud akan meluncurkan aplikasi kebahasaan dan kesastraan pada Kongres Bahasa Indonesia. (foto: kemdikbud)

SahabatGuru – Masyarakat bakal makin mudah mempelajari dan diharapkan menguasai Bahasa Indonesia. Tidak hanya bahasa, pengetahuan sastra Indonesia juga makin dimudahkan untuk dipelajari melalui aplikasi berbasis daring (online).

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan meluncurkan beberapa produk kebahasaan dan kesastraan berbentuk aplikasi berbasis daring. Peluncuran aplikasi kebahasaan dan kesastraan yang memudahkan masyarakat mengakses pengetahuan bahasa dan sastra ini  dilakukan saat Kongres Bahasa Indonesia (KBI) XI di Jakarta, 28-31 Oktober 2018.

Aplikasi bahasa itu juga kian memudahkan warga negara asing mempelajari dan bahkan menguasai Bahasa Indonesia. Mereka diharapkan bisa makin lancar berbahasa Indonesia. Pasalnya aplikasi yang diluncurkan di antaranya, Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Daring, Korpus Indonesia (KoIn), dan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Daring.

Aplikasi Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Daring menjadi salah satu aplikasi yang bertujuan untuk menguji warga negara asing dalam kemahiran berbahasa Indonesia dengan menggunakan jejaring internet. UKBI Daring merupakan pengembangan sistem aplikasi yang sudah dimiliki Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, yaitu UKBI berbasis Kertas dan UKBI Luring (offline). Dengan adanya aplikasi secara daring, WNA bisa lebih mudah menguji kemampuannya berbahasa Indonesia.

Korpus Indonesia (KoIn) adalah aplikasi berbahasa Indonesia pertama yang dikembangkan di Indonesia. Korpus berhubungan dengan penanganan dan pemrosesan data kebahasaan, terutama secara komputasional, untuk kepentingan analisis kebahasaan, seperti penyusunan tata bahasa, bahasa acuan penelitian, kamus, dan sebagainya.

Korpus Indonesia (KoIn) dilengkapi dengan fitur pencarian penggunaan kata, kalimat, kolokat, dan kelas kata. KoIn sudah memuat 5.488.035 kosakata yang berasal dari 2.250 berkas dari tulisan ilmiah.

Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Daring juga merupakan aplikasi yang sudah dikembangkan dari program dengan nama serupa, yakni BIPA. Aplikasi BIPA ini memiliki tiga modul aplikasi utama, yaitu Belajar BIPA (Bahan Pembelajaran BIPA), Jaga BIPA (Jaringan Lembaga Penyelenggara Program BIPA), dan Bakti BIPA (Serba-Serbi Kiprah dan Karya Pemerhati BIPA).

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Dadang Sunendar mengatakan, pembuatan aplikasi kebahasaan dan kesastraan berbasis daring bertujuan untuk mendorong warga negara Indonesia lebih membudayakan penggunaan bahasa Indonesia.

“Sudah waktunya bahasa Indonesia menjadi tuan rumah di negaranya sendiri,” ujar Dadang.

Kongres Bahasa Indonesia (KBI) XI yang mengangkat tema “Menjayakan Bahasa dan Sastra Indonesia” akan diikuti 1.032 orang yang terdiri dari peserta dan pemakalah serta narasumber, baik dari dalam maupun luar negeri. Seperti dikutip Kemdikbud.go.id, KBI XI bertujuan meningkatkan peran bahasa Indonesia sebagai peneguh identitas bangsa di tengah maraknya penggunaan bahasa asing, serta membentuk generasi muda Indonesia yang sadar akan pentingnya keberagaman bahasa indonesia. KBI XI diharapkan bisa menjadi landasan untuk membangun karakter bangsa melalui bertindak dan bertutur menggunakan bahasa Indonesia.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan Tulis Komentar Anda
Masukan Nama Anda Disini