Beranda Berita Tahun 2021, BOP PAUD Rp4,01 Triliun untuk 6,6 Juta Siswa

Tahun 2021, BOP PAUD Rp4,01 Triliun untuk 6,6 Juta Siswa

33
0
Pemerintah menganggarkan Rp 4,01 triliun untuk Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) terhadap 6,6 juta siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). (Foto: kemdikbud.go.id)

SahabatGuru – Pemerintah menganggarkan Rp 4,01 triliun untuk Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) terhadap 6,6 juta siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Untuk tahun 2021 ini, pemerintah juga telah menganggarkan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik untuk jenjang PAUD sebesar Rp398 miliar dengan sasaran 3.808 satuan PAUD.

Anggaran BOP itu seperti dikutip dari laman kementerian, merupakan bagian dari DAK non fisik bidang pendidikan yang dikelola Kemendikbud sebesar Rp116,6 triliun. Penggunaan DAK Non Fisik lainnya yakni akan dipakai untuk Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dengan targetnya 44,6 juta siswa dengan anggaran Rp53,4 triliun.

Sedangkan Tunjangan Profesi Pegawai Negeri Sipil Daerah (PNSD) dengan sasaran 1,08 juta guru. Pagu anggaran yang disiapkan sebesar Rp55,36 triliun. Sementara itu, untuk Tambahan Penghasilan (Tamsil) PNSD ditargetkan sebesar 127.734 guru dengan anggaran Rp454 miliar. Kemudian Tunjangan Khusus Guru (TKG) PNSD sebesar 34.555 guru dengan pagu Rp1,98 triliun.

Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim untuk BOP Kesetaraan ditargetkan 719.547 peserta dengan pagu Rp1,19 triliun. Selain itu untuk BOP Museum dan Taman Budaya targetnya 132 tempat dengan alokasi pagu anggaran Rp136 miliar.

Pada DAK Fisik, juga dialokasikan untuk jenjang SD dengan target 33.857 SD dengan pagu Rp7 triliun. Sedangkan SMP ditargetkan 15.336 yang pagunya Rp4,6 triliun. Lalu untuk Sanggar Kegiatan Belajar sebanyak 442 dengan anggaran Rp 110 miliar, SMA sebanyak 6.024 sekolah dengan pagu Rp 2,4 triliun dan SMK sebanyak 3.728 sekolah dengan anggaran Rp3 triliun.

Sebelumnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mendapat Rp81,5 triliun dari anggaran pendidikan yang sebesar Rp550 triliun atau 20 persen dari APBN 2021. Ditegaskan Nadiem, anggaran tersebut akan digunakan untuk mengurangi kesenjangan dan menjamin pemerataan hingga meningkatkan SDM berkualitas dan berdaya saing.*