Beranda Berita Mendikbud Sebaiknya Kembali pada Konsep Merdeka Belajar Ki Hadjar Dewantara

Mendikbud Sebaiknya Kembali pada Konsep Merdeka Belajar Ki Hadjar Dewantara

30
0
Mendikbud sebaiknya pada konsep Merdeka Belajar yang mengacu pada gagasan Bapak Pendidikan Nasional Ki Hadjar Dewantara. (Foto: istimewa)


SahabatGuru – Komisi X DPR RI meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim mengembalikan konsep Merdeka Belajar yang mengacu pada gagasan Bapak Pendidikan Nasional Ki Hadjar Dewantara. Hal itu dikatakan Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih saat membacakan kesimpulan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) tentang Peta Jalan Pendidikan di Senayan, Jakarta, Selasa (14/1/2021).

“Konsep Merdeka Belajar harus mengacu pada konsep asalnya, yaitu dari Ki Hadjar Dewantara yang menekankan pada pendidikan karakter,” ujar Abdul Fikri seperti dikutip antaranews.com.

RDPU Panitia Kerja Peta Jalan Pendidikan tersebut mengundang berbagai narasumber, seperti Sekretaris Komisi Pendidikan dan Kaderisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Kartini, Ketua Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Arifin Junaidi, dan Ketua Pendidikan Dasar.

Baca Juga :   Di Pinrang, Pembelajaran Daring Lewat Televisi Lokal

Hadir pula dari Menengah Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin) Lany Guito dan Wakil Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren Pimpinan Pusat Muhammadiyah Hanif Nurcholis, dan Sekretaris Eksekutif Komisi Pendidikan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Gandhi Hartono.

Berikutnya, Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) Jacky Manuputty, Ketua Bidang Pendidikan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Made Wanita, dan Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Muljadi Thio.

Ia menilai Mendikbud Nadiem Anwar Makarim tidak bisa menyerahkan aplikasi Merdeka Belajar secara bebas tanpa kontrol, seperti dalam penyusunan format rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) satu lembar.

Komisi X DPR khawatir itu dapat menghilangkan aspek pembentukan karakter dan moral secara nasional.*​​​​​

Baca Juga :   Sebanyak 74 Guru PAI ke Perbatasan dan Pedalaman, Ini yang Dilakukan