Beranda Berita UMK Kudus Bentengi Kampus dari Paham Radikalisme

UMK Kudus Bentengi Kampus dari Paham Radikalisme

30
0
Profesor Dr Darsono saat dilantik menjadi Rektor Universitas Muria Kudus, Sabtu (9/1/2021). (Foto: istimewa)

SahabatGuru – Universitas Muria Kudus (UMK) tidak mengizinkan paham radikalisme yang bisa memecah-belah bangsa masuk kampus. Rektor UMK Profesor Dr Darsono menyatakan tegas bila kampus membentengi diri agar radikalisme tak memasuki perguruan tinggi.

Kampus memiliki cara membentengi diri yang dimulai sejak mahasiswa masuk kampus melalui mekanisme sistem preventif dengan program pengenalan kampus yang steril tanpa adanya nuansa radikalisme. Tidak hanya itu upaya pencegahan juga dituangkan dalam kurikulum perkuliahan seperti pendidikan agama, Pancasila dan kewarganegaraan. Termasuk pembekalan kebelanegaraan yang bekerja sama dengan intitusi luar UMK.

“Ini untuk penumbuhan kesadaran berbangsa dalam citra keagamaan yang harmonis. Kampus juga melakukannya secara struktural untuk mencegah potensi radikalisme dari semua unsur,” kata Prof Darsono usai pelantikan dirinya sebagai Rektor UMK di Kudus, Sabtu (9/1/2021).

Baca Juga :   Digelar, Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi

Kami terus menyempurnakan pola dan teknis perkuliahan daring yang sudah berjalan semenjak pandemi

“Kami berusaha mewujudkan tata kelola kehidupan kampus dalam antar agama, ras, dan budaya yang terkontrol dan bekerja sama dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama di lingkup kampus,” ujar dia

Disinggung mengenai keputusan pemerintah yang membubarkan Front Pembela Islam (FPI), menurutnya, secara prinsip, dasar toleransi harus dijunjung tinggi dalam keragaman berbangsa di Indonesia. Maka pihak manapun yang mengingkari prinsip dasar berbangsa tersebut tentu harus disudahi.

“Pembubaran FPI oleh pemerintah, tentu sudah melalui mekanisme valuasi dan prosedur. Ini menjadi hikmah bagi dan untuk gerakan radikal lainnya,” tutur profesor.

Perkuliahan Tetap Berjalan

Baca Juga :   Guru di Toraja Utara Berharap Kembali Ikuti Pelatihan Matematika Smart

Sebagai rektor baru di kampus terbesar di Kudus, Prof Darsono memastikan perkuliahan tetap berjalan di tengah pandemi Covid-19. Menurut dia UMK tetap melakukan perkuliahan meski dengan metode yang berbeda. Metode daring atau online masih jadi cara yang efektif agar perkuliahan tetap berjalan sebagaimana mestinya.

“Kami terus menyempurnakan pola dan teknis perkuliahan daring yang sudah berjalan semenjak pandemi. UMK sudah melakukan adaptasi pada proses perkuliahan secara daring. Dengan pengembangan resources sharing sumber daya UMK, memanfaatkan teknologi, hingga melakukan kerja sama antarprogram studi agar semua mahasiswa bisa tetap mengikuti program perkuliahan,” kata Prof Darsono.

Adanya gedung lima lantai, dan penambahan teknologi IT yang canggih dianggap bisa memenuhi dan mendukung kebutuhan selama proses perkuliahan daring ataupun luring. “Dengan mengupayakan optimalisasi bentuk digitalisasi dari sumber belajar dan sumber ajar. Sehingga bisa menghasilkan produk tridharma yang unggul. Baik untuk mahasiswa ataupun dosen pengajar,” ucapnya.

Baca Juga :   Pendidikan Sains Anak Usia Dini Digenjot, Ini Alasannya

Menurut dia pembelajaran daring juga memiliki banyak keuntungan untuk mahasiswa. Mwreka akan lebih paham dan memiliki banyak waktu luang mengembangkang diri di bidang IT. Mahasiswa juga lebih mandiri karena kuliah daring memaksa mahasiswa lebih aktif dalam hal memperluas bahan materi yang sebelumnya sudah diajarkan sekilas oleh dosen.

“Mahasiswa juga bisa memperbanyak pengalaman berinteraksi dengan masyarakat dan menambah pendapatan dengan memanfaatkan waktu luang untuk membuka usaha seperti, online shop,” ujar profesor memungkasi.*