Beranda Berita Rencana Penghapusan Guru dari Formasi CPNS Sebaiknya Ditinjau Ulang

Rencana Penghapusan Guru dari Formasi CPNS Sebaiknya Ditinjau Ulang

26
0
La Nyalla Mattalitti (Foto: antaranews.com)

SahabatGuru – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti meminta pemerintah agar mengkaji ulang rencana penghapusan formasi guru dari seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) pada 2021. Menurut dia Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G) menolak kebijakan penghapusan formasi guru pada seleksi CPNS 2021.

P2G menilai rencana tersebut berpotensi menyalahi aturan perundang-undangan, tepatnya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Dalam aturan itu disebutkan ASN terdiri dari PNS dan PPPK (pegawai pemerintah untuk perjanjian kerja).

“Rencana penghapusan guru dari seleksi CPNS mendapat banyak penolakan dari tenaga pendidik dan guru. Oleh karena itu sebaiknya kebijakan ini dikaji ulang,” ujar La Nyalla, melalui keterangan pers seperti dikutip antaranews di Jakarta, Jumat (1/1/2021).

Baca Juga :   Ada Seruan Guru Honorer Mogok Masal, Ini Yang Dilakukan Disdik Bandung

Jika pengangkatan guru hanya dengan status PPPK, maka secara berkala guru PNS juga akan berkurang karena secara bertahap guru-guru akan pensiun

La Nyalla berharap pemerintah mengajak kelompok guru untuk berdiskusi sebelum memutuskan menghapus formasi guru dari seleksi CPNS. Menurut dia kebijakan yang diambil pemerintah diharapkan tidak merugikan tenaga pendidik.

“Kita tahu, salah satu cara menyejahterakan guru adalah melalui rekrutmen PNS. Banyak guru honorer yang sudah berjasa besar di dunia pendidikan yang bertahun-tahun menunggu untuk bisa diangkat menjadi PNS,” katanya.

“Badan Kepegawaian Negara (BKN), Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), serta Kementerian Agama (Kemenag) harus duduk bersama dengan perwakilan guru agar kebijakan yang diambil juga sudah sesuai dengan aspirasi tenaga pendidik,” kata dia, lebih lanjut.

Baca Juga :   Ternyata, Gaji P3K Dipastikan Sama Dengan PNS

Penghapusan formasi guru dari CPNS itu menyusul kebijakan pemerintah yang tidak akan menerima guru sebagai PNS karena dialihkan menjadi PPPK atau kontrak. Akibatnya rekrutmen guru untuk PNS ditutup.

“Jika pengangkatan guru hanya dengan status PPPK, maka secara berkala guru PNS juga akan berkurang karena secara bertahap guru-guru akan pensiun. Ini harus menjadi pertimbangan,” kata LaNyalla.

P2G pun, katanya, menyoroti soal komposisi guru saat ini yang masih kurang. Perbandingan antara guru PNS dan honorer di sekolah negeri masih tidak seimbang.

La Nyalla menyadari pemerintah memiliki keterbatasan kemampuan untuk bisa mengakomodir seluruh kebutuhan guru. Hanya saja, mantan Ketum PSSI itu meminta agar pemerintah benar-benar mempertimbangkan kembali rencana penghapusan rekrutmen guru dari jalur CPNS.

Baca Juga :   Presiden Jokowi Tandatangani Peraturan Pemerintah untuk Angkat Pegawai Honorer

“DPD mendapat banyak aspirasi dari guru-guru di daerah. Untuk itu kami berharap agar pemerintah memberi solusi terbaik atas harapan dan kebutuhan para guru,” katanya.*