Beranda Berita Kemendikbud Luncurkan Program Jalur Cepat Maksimalkan Penyerapan DUDI

Kemendikbud Luncurkan Program Jalur Cepat Maksimalkan Penyerapan DUDI

45
0
Ditjen Vokasi Kemendikbud Wikan Sakarinto. (Foto: antaranews.com)

SahabatGuru – Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Ditjen Diksi) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan dua program, yaitu Program Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)-Diploma Dua (D2) Jalur Cepat dan Program Peningkatan Prodi Diploma Tiga (D3) menjadi Sarjana Terapan (Diploma Empat-D4). Dibukanya program tersebut untuk memaksimalkan penyerapan lulusan vokasi ke Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim menyambut baik dua program dari Ditjen Diksi Kemendikbud itu. Menurut dia terobosan itu bisa menjadi daya tarik pendidikan vokasi.

“Dua program tersebut merupakan terobosan baru yang tidak hanya menambah daya tarik pendidikan vokasi. Program pendidikan itu memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk dapat memilih yang terbaik untuk dirinya,” kata Mendikbud seperti dikutip antaranews, Rabu (16/12/2020).

Kedua program ini merupakan dua dari sekian banyak program Merdeka Vokasi yang berorientasi pada sambung-suai pendidikan vokasi dengan DUDI, yang secara berkala akan diluncurkan ke depannya

Nadiem melanjutkan kedua program itu memberikan kesempatan pendidikan vokasi untuk mempersiapkan calon tenaga kerja yang andal dan matang.

“Melalui program ini, siswa bebas memilih lulus di akhir tahun ketiga atau melanjutkan ke diploma dua jalur cepat. Melalui program Peningkatan Prodi Diploma Tiga menjadi Sarjana Terapan (Diploma Empat-D4), peserta didik berkesempatan menambah satu tahun untuk mendapatkan keterampilan yang lebih dalam sehingga berpeluang mendapatkan pekerjaan yang lebih baik,” ujar dia.

Mendikbud menuturkan tujuan dari kedua program itu adalah agar peserta didik mendapat kesempatan sebanyak mungkin pengalaman dari DUDI. Dengan demikian kesempatan lulusan vokasi mendapatkan pekerjaan yang layak semakin besar karena sudah selaras dengan kebutuhan DUDI.

“Kedua program ini merupakan dua dari sekian banyak program Merdeka Vokasi yang berorientasi pada sambung-suai pendidikan vokasi dengan DUDI, yang secara berkala akan diluncurkan ke depannya,” kata Nadiem menambahkan.

Senada dengan Mendikbud, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Wikan Sakarinto menjelaskan dua hal yang mendasari munculnya kedua program itu. Menurut dia dua hal yang mendasari yaitu Merdeka Belajar untuk memberikan pendidikan yang sesuai dengan keinginan dan bakat peserta didik vokasi di masa depan, dan mendorong terwujudnya program sambung-suai (link and super-match) antara dunia pendidikan dan dunia industri.

“Kedua program yang mengusung semangat Merdeka Belajar ini merupakan terobosan Ditjen Pendidikan Vokasi untuk mewujudkan percepatan misi Kemendikbud dalam memperbesar keterserapan lulusan pendidikan vokasi oleh dunia usaha dan industri,” kata Wikan.

Wikan menambahkan, pendidikan vokasi diarahkan untuk dapat menghasilkan lulusan yang terampil, kompeten, berdaya saing, dan berkarakter sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

“Karena itu perlu adanya komitmen kuat berbagai pihak untuk membangun link and super-match antara dunia pendidikan vokasi dengan DUDI. Ini sangat dibutuhkan untuk menghadirkan lulusan yang relevan dengan pasar kerja sehingga keterserapan lulusan lebih terjamin,” ujar Wikan.*