Beranda Berita Bantuan Kuota Internet Belum Dinikmati Sebagian Siswa, Mendikbud Kecewa

Bantuan Kuota Internet Belum Dinikmati Sebagian Siswa, Mendikbud Kecewa

27
0
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim saat melakukan kunjungan kerja ke NTT. (Foto: antaranews.com)

SahabatGuru – Tidak semua siswa menerima bantuan kuota internet. Terutama di daerah pelosok seperti di Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengungkapkan kekecewaannya saat mengetahui sebagian siswa di kabupaten belum menikmati bantuan kuota internet.

Lebih ironis lagi, siswa sesungguhnya cukup mudah untuk mendapatkan kuota internet. Menurut Mendikbud kepala sekolah hanya perlu menandatangani surat pertanggungjawaban mutlak (SPTJM). Surat tersebut kemudian diunggah dan nomor yang didaftarkan tersebut akan mendapatkan bantuan kuota internet.

Asal nomor aktif, operator akan mengecek dan langsung mendapatkan bantuan kuota internet. Ini luar biasa efisien dan cepat. Saya kesal banyak yang belum menerima

“Saya sungguh kecewa kuota belajar mengapa belum sampai di sini. Sebanyak 35 juta siswa lainnya sudah menikmati bantuan kuota internet itu, tapi di tempat yang sangat membutuhkan justru belum menerima,” ujar Nadiem saat melakukan kunjungan kerja di Rote Ndao seperti dikutip antaranews, Kamis (12/11/2020).

Baca Juga :   Covid-19, Dana BOS dan BOP PAUD untuk Beli Pulsa dan Masker

“Asal nomor aktif, operator akan mengecek dan langsung mendapatkan bantuan kuota internet. Ini luar biasa efisien dan cepat. Saya kesal banyak yang belum menerima,” ujar dia.

Dalam kesempatan itu, Nadiem memohon maaf kepada siswa yang belum menerima bantuan kuota internet itu. Mendikbud menuturkan tidak alasan kalau sudah melakukan tahapan tersebut masih belum menerima bantuan kuota internet gratis.

Saat ini, sudah 35,7 juta peserta didik, guru, mahasiswa dan dosen yang telah menerima bantuan kuota internet gratis. Bantuan itu disalurkan sebanyak dua kali setiap bulan yang bertujuan menunjang pembelajaran jarak jauh selama pandemi Covid-19.

Paket kuota internet untuk peserta didik PAUD mendapatkan 20 GB per bulan dengan rincian 5 GB untuk kuota umum dan kuota belajar 15 GB. Peserta didik jenjang pendidikan dasar dan menengah mendapatkan 35 GB per bulan dengan rincian 5 GB untuk kuota umum dan kuota belajar 30 GB.

Baca Juga :   Mendikbud: Rektor Harus Optimalkan Merdeka Belajar

Sementara itu paket kuota internet untuk pendidik pada PAUD dan jenjang pendidikan dasar dan menengah mendapatkan 42 GB per bulan dengan rincian 5 GB kuota umum dan 37 GB kuota belajar. Paket kuota internet untuk mahasiswa dan dosen mendapatkan 50 GB per bulan dengan rincian 5 GB kuota umum dan 45 GB kuota belajar. Penyaluran kuota data internet dilakukan selama empat bulan dari September sampai dengan Desember 2020.*