Beranda Berita Kembali Dibuka, Beasiswa Unggulan Kemendikbud 2020

Kembali Dibuka, Beasiswa Unggulan Kemendikbud 2020

28
0
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah membuka Beasiswa Unggulan bagi mahasiswa Strata 1 (S-1) sampai Strata 3 (S-3). Pemberian Beasiswa Unggulan dilakukan dengan syarat yang cukup ketat. (Foto: kemdikbud.go.id)

SahabatGuru – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah membuka Beasiswa Unggulan bagi mahasiswa Strata 1 (S-1) sampai Strata 3 (S-3). Bagi yang ingin mengajukan Beasiswa Unggulan harus memenuhi persyaratan. Demikian pula ada sanksi bagi yang gagal mencapai target dari yang disyaratkan.

Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Kemendikbud Abdul Kahar menuturkan calon penerima Beasiswa Unggulan harus mempertimbangkan secara masak sebelum mengajukan diri. Termasuk telah memiliki perencanaan studi yang baik ketika akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Pasalnya bila sampai pindah perguruan tinggi atau program studi, beasiswa yang diberikan bakal dicabut. Hal itu dikatakan Abdul Kahar saat memberi sambutan dalam acara Webinar Sosialisasi Pembukaan Beasiswa Unggulan (BU) Tahun 2020 yang berlangsung secara virtual, Jumat (25/9/2020) lalu.

Bagi mahasiswa yang sudah mendapat KIP Kuliah, jangan mendaftar BU lagi. Jika sudah dapat bantuan UKT juga harus pilih salah satu

“Minimal setahun harus memikirkan baik-baik rencana studi agar siap secara mental. Harus ada titik sambung antara promotor beasiswa dan minat,” kata Abdul Kahar seperti dikutip laman kementerian.

Baca Juga :   Guru PPPK di Kabupaten Bogor Masih Menanti Gaji

Lebih lanjut, Abdul Kahar menuturkan bila perencanaan studi di perguruan tinggi membutuhkan pertimbangan yang cermat. Pasalnya ini menyangkut pemilihan program studi yang sesuai passion, materi kuliah yang akan diambil, dan proposal riset/penelitian yang akan diajukan agar kompetensi mahasiswa dapat berkembang sesuai harapan.

Program BU untuk tahun 2020 telah mengalami beberapa penyesuaian. Menurut Sub Koordinator Program Beasiswa Unggulan, Puslapdik, Kemendikbud, I Wayan Loster penyesuaian dilakukan karena adanya pandemi Covid-19. Dengan demikian peserta yang bisa mendaftar BU tahun ini hanya mahasiswa yang berasal dari dalam negeri.

Selain itu untuk seleksi tahap kedua yang merupakan wawancara dilakukan dengan menggunakan aplikasi virtual. Pertimbangannya adalah kesehatan dan keselamatan. Pada tahun-tahun sebelumnya, wawancara dilaksanakan secara tatap muka. Namun tahun ini dengan perkembangan Covid-19 yang masih mengkhawatirkan maka teknis seleksi akan menggunakan aplikasi virtual.

“Wawancara tatap muka hanya dimungkinkan pada zona wilayah yang dinyatakan aman,” kata dia.

Perubahan Kebijakan Beasiswa Unggulan

Baca Juga :   Kemendikbud: Keterlibatan Industri Tingkatkan Mutu Pendidikan

Terkait ketentuan pendanaan, I Wayan Loster mengatakan perubahan kebijakan yang perlu dicermati. Menurut dia beasiswa akan dikurangi atau dipotong sebesar 5% dari keseluruhan biaya yang diberikan apabila mahasiswa memperoleh IPS kurang dari 3,00 untuk jenjang S1, dan 3,25 untuk jenjang S2/S3. Bila perolehan IPS kurang dari yang ditetapkan selama dua semester secara berturut-turut, maka mahasiswa dapat dikenai sanksi pembatalan sebagai penerima beasiswa.

Selain itu, penerima BU dapat dikenai sanksi pengembalian dana beasiswa yang diterima ke kas negara apabila menerima beasiswa dari sumber lain dengan komponen beasiswa yang sama; pindah Perguruan Tinggi dan/atau program studi; berhenti dalam pendidikan; dan/atau mengundurkan diri sebagai penerima BU.

“Bagi mahasiswa yang sudah mendapat KIP Kuliah, jangan mendaftar BU lagi. Jika sudah dapat bantuan UKT juga harus pilih salah satu,” ucap Penanggung Jawab Program Beasiswa Unggulan Tahun 2006-2019, Musa Yosep.

Pendaftaran BU akan ditutup pada tanggal 3 Oktober 2020. Pada kesempatan ini, Musa Yosep mengingatkan agar calon pendaftar memperhatikan seluruh informasi program ini dengan saksama. “(Diawali) membaca, menyiapkan dokumen, dan jangan terburu-buru men-submit. Mahasiswa harus betul-betul menyiapkan dokumennya,” ujarnya.

Baca Juga :   8 Juni, Penerimaan Siswa Baru di Tangerang Selatan

Mahasiswa yang ingin mendapatkan informasi lebih panjut terkait Beasiswa Unggulan dapat mengakses ke laman: beasiswaunggulan.kemdikbud.go.id. Jika ada pertanyaan silakan disampaikan melalui email: [email protected] atau hotline: 0821 6755 6665.

Bagi mahasiswa yang ingin mendaftar BU diwajibkan membuat esai dengan tema ‘Aku Generasi Unggul Kebanggaan Bangsa Indonesia’. Esai yang dihasilkan paling tidak mampu menggambarkan dengan jelas prestasi calon penerima BU. Dengan demikian penerima beasiswa memang memiliki karakter generasi penerus bangsa.

Senada dengan itu, Kapuslapdik mengatakan prestasi seseorang diukur dari sejauh mana kontribusinya terhadap bangsa dan negara. Oleh karena itu, melalui esai yang dibuat oleh peserta, panitia akan mengukur prestasi calon penerima beasiswa.

Beasiswa Unggulan sebagaimana namanya, memberi kesempatan bagi orang-orang yang bertalenta unggul untuk kuliah S1, S2, dan S3. Kapuslapdik mengapresiasi animo masyarakat yang tinggi untuk mengikuti seleksi ini. Hingga hari ketiga seleksi BU dibuka, tercatat sebanyak 31.800 orang telah mendaftar.

“Mari manfaatkan BU sebagai upaya mempersiapkan SDM unggul di masa depan,” kata Abdul Kahar.*