Beranda Berita Penyederhanaan Kurikulum Belum Dilakukan Hingga 2022

Penyederhanaan Kurikulum Belum Dilakukan Hingga 2022

28
0
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim. (Foto: Instagram/@kemdikbud.ri)

SahabatGuru – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan penyederhanaan kurikulum tidak akan dilakukan hingga 2022. Dengan demikian tidak ada kebijakan apa pun terkait kurikulum nasional. Apalagi penghapusan mata pelajaran sejarah.

“Penyederhanaan kurikulum tidak akan dilakukan sampai 2022. Pada 2021, kami akan melakukan berbagai macam prototyping di Sekolah Penggerak yang terpilih dan bukan dalam skala nasional,” kata Mendikbud dalam keterangannya seperti dikutip antaranews.com di Jakarta, Selasa (22/9/2020)

“Jadi, sekali lagi tidak ada kebijakan apa pun yang akan keluar di 2021 dalam skala kurikulum nasional. Apalagi, penghapusan mata pelajaran sejarah,” ujar dia.

Saya ingin menjadikan sejarah menjadi suatu hal yang relevan untuk generasi muda dengan penggunaan media yang menarik dan relevan untuk generasi baru kita agar bisa menginspirasi mereka

Mendikbud juga meminta masyarakat untuk tidak meragukan komitmennya akan sejarah kebangsaan. Menurut dia misinya adalah memajukan pendidikan sejarah agar kembali relevan dan menarik bagi anak-anak.

Baca Juga :   Pelaksanaan UN Dimajukan, Kemendikbud Pastikan Tidak Masalah

“Kakek saya adalah salah satu tokoh perjuangan dalam kemerdekaan Indonesia pada 1945. Ayah dan ibu saya aktivis nasional dalam hal membela hak asasi rakyat Indonesia dan berjuang melawan korupsi. Anak-anak saya tidak mengetahui bagaimana melangkah ke masa depan tanpa mengetahui dari mana mereka datang,” tutur Nadiem.

Nadiem menegaskan bahwa misinya sebagai Mendikbud kebalikan dari isu yang timbul, yaitu penghapusan mata pelajaran sejarah. Menurut dia identitas generasi baru yang nasionalis hanya bisa terbentuk dari suatu kenangan bersama yang membanggakan dan menginspirasi.

“Saya ingin menjadikan sejarah menjadi suatu hal yang relevan untuk generasi muda dengan penggunaan media yang menarik dan relevan untuk generasi baru kita agar bisa menginspirasi mereka,” ucapnya.

Baca Juga :   Reformasi Pendidikan Melalui Merdeka Belajar Butuh Guru Berkualitas

“Sekali lagi saya imbau masyarakat, jangan biarkan informasi yang tidak benar menjadi liar. Semoga klarifikasi ini bisa menenangkan masyarakat. Sejarah adalah tulang punggung dari identitas nasional kita. Tidak mungkin kami hilangkan,” kata Nadiem menegaskan.*