Beranda Berita Gubernur Sulsel Dukung Program Professional English Training YPAN bagi Guru SMA dan...

Gubernur Sulsel Dukung Program Professional English Training YPAN bagi Guru SMA dan SMK

Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah mendukung rencana digelarnya kembali program Professional English Training dari Apkasi dengan pelaksana YPAN. Pelatihan itu dilaksanakan pada Oktober mendatang

53
0
Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (tengah) saat menerima perwakilan Apkasi dan YPAN. (Foto: Sahabat Guru)


SahabatGuru – Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah mendukung dilaksanakannya kembali program dari Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) melalui Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara (YPAN). Hal itu disampaikan Gubernur saat menerima audiensi dari Apkasi dan YPAN di kantor Provinsi Sulsel di Makassar, Senin (14/9/2020).

Program peningkatan kualitas guru dari YPAN, yaitu Professional English Training, seharusnya dilaksanakan beberapa bulan lalu. Namun karena adanya pandemi Covid-19, pelaksanaan program untuk guru SMA dan SMK seluruh Sulsel itu mengalami penundaan. Kini, program itu akan dilaksanakan kembali. Termasuk beberapa program pendidikan dari YPAN yang bisa meningkatkan kualitas guru.

“Kami setuju bila program dari Apkasi yang dilaksanakan YPAN ini ditindaklanjuti dan dilaksanakan kembali. Kami mendukung penuh program dari YPAN,” kata Gubernur Nurdin.

Baca Juga :   Guru di Banjar Harus Tingkatkan Mutu

Dengan demikian, para guru mendapatkan program Professional English Training yang berkualitas. Guru bisa memahami dan mengetahui bagaimana penguasaan bahasa Inggris secara lebih mudah dan praktis

“Perlu disampaikan program tersebut memang sudah terjadwal. Namun karena ada Covid-19 yang kemudian menjadi kendala sehingga program yang sudah disiapkan akhirnya mengalami penundaan,” ujar Nurdin.

Sementara Himmatul Hasanah, Staf Ahli Apkasi bidang Pendidikan dan Kesehatan, menuturkan bila program dari YPAN bakal dilaksanakan di Sulsel. Selain itu, YPAN merencanakan menggelar kegiatan serupa untuk guru-guru SD dan SMP.

“Dengan demikian, para guru mendapatkan program Professional English Training yang berkualitas. Guru bisa memahami dan mengetahui bagaimana penguasaan bahasa Inggris secara lebih mudah dan praktis. Penguasaan bahasa asing tak butuh waktu bertahun-tahun lagi yang memungkinkan guru dan kemudian anak didik bisa berbicara dalam bahasa Inggris secara cepat,” ujar Himmatul.

Baca Juga :   Guru di Kabupaten Bangli Didorong untuk Berliterasi

Pelatihan Dilaksanakan Tatap Muka dengan Protokol Ketat

Menurut Manajer Program YPAN Tollaal Badru program Professional English Training di Sulsel akan dilaksanakan pada Oktober mendatang. Pelatihan akan diberikan secara tatap muka atau offline dengan mematuhi protokol medis secara ketat. Ini untuk mengantisipasi kegiatan yang dilaksanakan di tengah pandemi.

Demi mematuhi protokol, jumlah peserta pun dibatasi. Saat masih normal, pelatihan itu bisa diikuti minimal 100 hingga 150 peserta. Namun dengan adanya pandemi dengan tatanan new normal, peserta dibatasi menjadi 50 hingga 75 guru.

“Adanya pembatasan jumlah peserta menjadikan pelaksanaannya secara bergelombang Dalam setiap gelombang akan berlangsung selama 3 hari karena pelatihan ditargetkan diikuti 1000 peserta yang dipusatkan di Makassar,” kata Tollaal.

Baca Juga :   Inilah 5 Syarat Guru Era Industri 4.0 Menurut Prof Suyanto

Selain beraudiensi dengan gubernur, Apkasi dan YPAN akan beraudiensi dengan pimpinan kabupaten dan kota di Sulsel. Mereka beraudiensi di Kabupaten Maros, Gowa, Jeneponto, Takalar, Bantaeng, dan Bulukamba serta Kota Makassar. *