Beranda Berita Tantangan Guru, Persiapkan Murid dengan Kompetensi Abad 21

Tantangan Guru, Persiapkan Murid dengan Kompetensi Abad 21

Guru masa depan harus mampu mempersiapkan murid dengan kompetensi abad 21. Penting pula bagi guru untuk dibekali dengan kemampuan dengan kompetensi tersebut.

31
0
Direktur Edukasi Universal Indonesia (Eduversal) Dwi Prajitno Wibowo. (Foto: antaranews.com)

SahabatGuru – Guru masa depan harus mampu mempersiapkan murid dengan kompetensi abad 21. Ini untuk menjawab tantangan di masa depan. Bila tidak memiliki kompetensi abad 21 yang identik dengan dunia internet dan revolusi 4.0, sumber daya manusia (SDM) Indonesia kian tertinggal.

Direktur Edukasi Universal Indonesia (Eduversal) Dwi Prajitno Wibowo mengatakan guru harus mampu mempersiapkan murid yang mampu memenuhi kebutuhan pada masa depan. Mereka harus bisa berkontribusi positif untuk kemajuan Indonesia.

“Guru pada masa depan adalah guru yang mampu mempersiapkan murid-muridnya dengan bekal kompetensi abad 21 dalam menghadapi berbagai permasalahan,” kata Dwi seperti dikutip antaranews.com di Jakarta, Sabtu (12/9/2020).

Bagi peserta yang mengikuti program ini akan memiliki bekal sebagai guru kelak yang berdedikasi di mana pun ia mengabdi

“Guru yang menjadikan murid berkontribusi positif untuk kemajuan Indonesia,” ujar dia lagi.

Baca Juga :   ‘Belajar dari Rumah’ Tayang Besok Senin, Ini Harapan Mendikbud

Demi mempersiapkan guru masa depan, Eduversal kembali menyelenggarakan Academy of Future Teachers (AFT). Program tersebut juga mendukung kebijakan Kampus Merdeka yang digagas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim.

Dwi menuturkan AFT bertujuan untuk mendampingi dan memberikan pembekalan kepada mahasiswa maupun lulusan baru yang memiliki ketertarikan yang kuat untuk menjadi guru pada masa depan. Mereka juga dilatih untuk dapat membangun karakter peserta didik.

“Bagi peserta yang mengikuti program ini akan memiliki bekal sebagai guru kelak yang berdedikasi di mana pun ia mengabdi. Dalam program ini, guru dilatih untuk dapat membangun karakter peserta didik dan juga akan dilibatkan dalam kegiatan sekolah,” kata dia menerangkan.

Baca Juga :   Sekolah Perlu Sediakan Dua Opsi Pembelajaran

Sejumlah materi telah disiapkan untuk menjaring calon-calon guru masa depan itu, seperti seminar pendidikan dengan berbagai topik. Mereka juga mendapat materi bedah kurikulum, micro-teaching, diseminasi metodologi belajar dan mengajar, dan pengembangan keterampilan mengajar untuk menguatkan kompetensi pedagogik dan disiplin ilmu yang ditekuni.

Project Manager AFT, Andry Nur Hidayat, mengatakan mahasiswa yang mengikuti AFT akan mendapatkan keuntungan yakni tempat untuk mempraktikkan teori yang didapat di kampus. Teori yang diperolehnya dapat diaplikasikan di sekolah dengan bahasa pengantar bahasa Inggris, dan juga bisa praktik mengajar di 10 sekolah yang berada di jaringan Eduversal.

“Melalui AFT ini, mereka dapat mempraktikkannya langsung di sekolah-sekolah dan juga bisa langsung terjun dan mendapat bekal yang baik, karena akan didampingi mentor dan supervisor di setiap bidang studinya,” kata Andry.

Baca Juga :   Kemendikbud: Keterlibatan Industri Tingkatkan Mutu Pendidikan

Dirjen Dikti Kemendikbud, Prof Nizam, mengatakan melalui pihaknya mendukung program tersebut. Menurut dia melalui program tersebut mahasiswa Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dapat mempraktikkan teori yang dipelajari di kampus.

Pendaftaran AFT masih dibuka hingga 30 September 2020. Syarat untuk mengikuti program itu adalah mahasiswa semester lima atau lulus kuliah dari jurusan Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Biologi, Kimia, Bahasa Indonesia, PGSD, PGPAUD, Olahraga, Seni dan Musik, suka mengajar dan berkeinginan kuat menjadi guru terbaik, dan mengikuti semua proses seleksi. *