Beranda Berita Kuliah Duduk Manis, Internet Gratis

Kuliah Duduk Manis, Internet Gratis

42
0
Ilustrasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan subsidi kuota internet buat murid, guru, mahasiswa dan dosen mulai September 2020 - lintasjatim

SahabatGuru – Kabar baik datang dari gedung putih, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta. Mas Menteri Nadiem Anwar Makarim baru saja mengeluarkan kebijakan memberikan subsidi untuk mahasiswa dan dosen atau pengajar di masa kuliah daring semester ini. Para rektor di berbagai perguruan tinggi di Indonesia diminta untuk segera memperbarui dan memvalidasi nomor ponsel mahasiswa dan dosen. Hal ini perlu dilakukan agar bantuan kuota sebesar 50 GB/bulan itu bisa langsung diterima ke seluruh mahasiswa dan dosen. Wow…

Sri Nurhayati, 22 tahun, seorang mahasiswa swasta di Jakarta terharu saat diberi tahu staf sekretariat di kampusnya untuk divalidasi nomor ponselnya. Semua nomor ponsel mahasiswa di kampus itu didaftarkan untuk mendapat subsisdi kuliah daring. Kecemasan dan kekhawatiran kekurangan pulsa dan bayangan kesulitan mengumpulkan tugas seketika hilang. Soalnya tiap bulan Sri Nurhayati harus mengeluarkan minimal Rp 300 ribu untuk membeli kuota pulsa. Dengan 24 SKS, Sri bisa kuliah lima hari seminggu dan lebih dari 8 dosen. Jumlah yang cukup besar bagi keluarga Sri yang orang tuanya pekerja swasta di kawasan Jakarta Barat ini.

Baca Juga :   APKASI Harapkan Kualitas Guru di OKU Timur Ditingkatkan

Sri dan kawan-kawan kampusnya terharu, begitu program ini akan diterapkan bagi mahasiswa. Yang lebih menggembirakan juga adalah para dosen juga akan mendapat jatah dari kementerian. Artinya, baik mahasiswa maupun dosen tinggal membuat kuliah daring mengarah ke kualitas yang lebih baik. Karena prasarana kuota internet sudah dibantu oleh pemerintah.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Paristiyanti Nurwardani mengatakan, Ditjen Dikti Kemendikbud sudah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh rektor untuk meng-update dan memvalidasi nomor ponsel dosen dan mahasiwa sampai batas waktu tanggal 11 September.

Surat edaran itu sudah dikirimkan ke semua rektor 10 hari yang lalu. Sampai saat ini nomor ponsel dosen dan mahasiswa prosesnya yang sudah divalidasi sudah mencapai 48 persen. Paris berharap, validasi dan update nomor ponsel itu bisa diselesaikan segera agar tidak ada dosen dan mahasiswa yang tidak mendapatkan bantuan saat anggaran itu cair.

Baca Juga :   Anggaran Guru Tidak Berkurang Meski Pandemi Covid-19

Sesditjen Dikti itu mengingatkan validasi ini sangat diperlukan karena dikhawatirkan nomor ponsel yang sudah ada di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD Dikti) sudah ada yang tidak aktif atau yang diganti dengan nomor baru. “Untuk validasinya kita ada sistem sendiri. Dengan aplikasi. Nanti di-link dengan Dikti,” katanya.

Dalam surat edaran terbaru ini, Kemendikbud akan memberikan bantuan kuota internet untuk siswa atau pelajar sebesar 35 GB/bulan. Jumlah ini dirasa cukup untuk proses belajar mengajar tingkat siswa, sehingga bisa mengurangi beban pembelian pulsa atau kuota internet.

Sementara untuk guru sebesar 42 GB/bulan. Sebab guru wajib terkoneksi dengan banyak siwa dan beberapa mata pelajaran. Di daerah masih banyak guru yang mengajar lebih dari satu pelajaran. Sehingga dengan kuota ini bisa cukup untuk proses pembelajaran.

Baca Juga :   Guru Ujung Tombak Program Digitalisasi Sekolah

Bantuan kuota internet untuk mahasiswa dan dosen lebih banyak yakni 50 GB/bulan.

Subsidi kuota internet yang akan diberikan dari September hingga Desember ini disediakan dengan anggaran Rp 7,2 triliun. Anggaran yang cukup besar ini diharapkan bisa efektif dan mencapai sasaran, baik bagi siswa, guru, mahasiswa maupun dosen.

Kemdikbud belum menyentuh bantuan pengadaan sarana lainnya, seperti ponsel (HP) atau laptop di sekolah tertentu. Namun bantuan kuota ini disambut baik dan gembira bagi ratusan ribu guru dan pelajar serta mahasiswa, termasuk Sri Nurhayati.

Selamat belajar.

HK Achmad Medang