Beranda Berita Sekolah Dibuka di Zona Kuning Tunggu Gugas Covid-19

Sekolah Dibuka di Zona Kuning Tunggu Gugas Covid-19

Sekolah bisa dibuka sehingga pembelajaran tatap muka bisa dilaksanakan. Mendikbud Nadiem Anwar Makarim menurutkan membuka kembali sekolah harus dilakukan dengan prosedur yang aman.

60
0
Mendikbud Nadiem Anwar Makarim saat melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah di Bogor, Jawa Barat, pekan lalu. (Foto: kemdikbud.go.id)

SahabatGuru – Pembelajaran tatap muka atau sekolah secara offline tetap bisa dibuka di daerah-daerah di zona hijau. Atau di daerah-daerah yang dinyatakan aman dari pandemi Covid-19. Namun menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim membuka pembelajaran tatap muka dilakukan dengan prosedur yang aman bagi siswa, guru, seluruh warga pendidikan dan keluarganya.

Mendikbud juga menerima masukan dari masyarakat yang menginginkan dibukanya pembelajaran tatap muka. Ini terkait dengan adanya penguatan pendidikan karakter dan sosialisasi bagi peserta didik yang merupakan hal penting yang harus dipenuhi.

“Namun, sebelum membuka sekolah kita harus memperhatikan risiko kesehatan saat ini. Di saat kita bisa mengontrol fungsi kesehatan, baru kita bisa berpikir untuk membuka lagi sekolah,” kata Mendikbud seperti dikutip dari laman kementerian saat melakukan kunjungan ke beberapa sekolah di wilayah Bogor, Jawa Barat, pekan lalu.

Baca Juga :   Kabupaten Aceh Timur Alokasikan Anggaran 30,7 M Tangani Covid-19

Zona yang sudah hijau jika kondisinya memburuk setelah dibuka pembelajaran tatap muka maka kegiatan itu harus segera dihentikan dan prosesnya kembali lagi ke awal

Terkait dengan rencana dibukanya kembali sekolah, Nadiem menjawab hal tersebut bukanlah kewenangannya untuk menentukan. Menurut dia dibukanya kembali sekolah tergantung kriteria zona yang ditetapkan Satuan Gugus Tugas (Gugas) Covid-19.

“Tidak bisa dijawab tanggalnya, ini adalah proses yang dinamis. Tergantung daerah, tergantung keputusan gugus tugas tergantung pada kesiapan masing-masing pemda dan sekolah,” ujar Nadiem.

Meski demikian Nadiem memastikan kementerian akan mengkaji segala kemungkinan dan risiko sebelum membuka sekolah termasuk yang berada di zona kuning. Menurutnya, standar pembukaan sekolah di zona kuning tidak akan jauh berbeda dengan standar pada zona hijau.

Baca Juga :   Pengumuman Finalis Adiresy Smart Teaching Competition 2019

Checklist-nya panjang sekali karena kami ekstra hati-hati untuk mengatur zona hijau,” ujar dia melanjutkan.

Merujuk pada Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 01/KB/2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), terdapat lima tahap tugas dan wewenang Pemerintah Daerah (Pemda) pada masa persiapan pembukaan satuan pendidikan di zona hijau.

Pertama, memastikan kesiapan satuan pendidikan untuk pembelajaran tatap muka dengan aman. Termasuk melakukan evaluasi terhadap pengisian daftar periksa di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kemendikbud atau Education Management Informaton System (EMIS) Kementerian Agama. Kedua, menentukan pembukaan satuan pendidikan berdasarkan hasil evaluasi daftar periksa kesiapan.

Ketiga, menugaskan pendidik dari satu satuan pendidikan ke satuan pendidikan yang lain jika diperlukan. Keempat, berkoordinasi dengan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19. Kelima, memberikan peningkatan kapasitas kepada pengawas sekolah, kepala satuan pendidik dan pendidik.

Baca Juga :   Guru Honorer di Atas 35 Tahun Akan Tetap Diseleksi

“Zona yang sudah hijau jika kondisinya memburuk setelah dibuka pembelajaran tatap muka maka kegiatan itu harus segera dihentikan dan prosesnya kembali lagi ke awal,” kata Nadiem.

Terciptanya situasi pembelajaran yang aman bagi warga pendidikan merupakan komitmen bersama antara pemerintah pusat dan daerah. Oleh karena itu, Mendikbud mengimbau agar seluruh sekolah yang ada di wilayahnya mematuhi aturan yang telah ditetapkan.

Mendikbud melakukan pemantauan terhadap sekolah-sekolah di sekitar wilayah Bogor, Jawa Barat, pekan lalu. Sekolah-sekolah yang dikunjungi di antaranya SDN Polisi 1, SMA Regina Pacis, SMP Al Ghazaly, SMK Ma’arif NU Ciomas, dan SMU Muhammadiyah, Bogor. Selain untuk melihat proses pembelajaran jarak jauh (PJJ), pada kesempatan tersebut Mendikbud juga dapat melihat proses penerapan protokol kesehatan di sekolah.*