Beranda Berita Kemendikbud Disarankan Gratiskan Internet Siswa dari Dana POP

Kemendikbud Disarankan Gratiskan Internet Siswa dari Dana POP

KPAI menyarankan Kemendikbud agar menggunakan dana Program Organisasi Penggerak (POP) untuk menggratiskan internet. Bila memakai dana BOS, KPAI menilai tak mencukupi.

63
0
Siswa di daerah zona kuning atau hijau bisa belajar lewat PJJ di rumah bila tak diizinkan ke sekolah. (Foto: antaranews.com)

SahabatGuru – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) disarankan menggratiskan internet bagi siswa dan guru selama pandemi Covid-19. Sedangkan dana internet tersebut bisa diambil dari Program Organisasi Penggerak (POP). 

Hal itu disampaikan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk mengatasi problem dana yang dihadapi guru dan siswa. Terutama untuk memenuhi kebutuhan internet karena kegiatan belajar mengajar secara daring.

“(Dana) POP semula Rp595 miliar sudah turun jadi Rp283 miliar. Nah, yang Rp200 (miliar) atau hampir Rp300 (miliar) itu bisa buat membayar internet (bagi murid dan guru),” kata Komisioner Bidang Pendidikan KPAI Retno Listyarti seperti dikutip antaranews.com di Jakarta, Senin (3/8/2020).

Karena vaksin belum ditemukan, maka kita harus jaga jarak dan memakai masker. Ini berarti butuh banyak peralatan dan perlengkapan seperti sabun, tisu

Retno menanggapi pernyataan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim dalam kunjungan ke beberapa sekolah di Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (30/7/2020). Menurut Mendikbud kuota internet bagi murid dan guru untuk mengakomodasi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bisa diambil dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Baca Juga :   Mendikbud: Pembukaan Sekolah Tunggu dari Gugus Tugas

Retno mengatakan bahwa penggratisan internet dari dana BOS tidak akan cukup. Pasalnya dana tersebut sudah sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan lain bagi sekolah, terutama di masa pandemi Covid-19.

Menurut dia dana BOS sebaiknya digunakan untuk infrastruktur yang dibutuhkan sekolah. Infrastruktur diperlukan untuk persiapan pembukaan sekolah di tahun depan, jika pandemi Covid-19 dapat diatasi pada akhir tahun.

“Karena vaksin belum ditemukan, maka kita harus jaga jarak dan memakai masker. Ini berarti butuh banyak peralatan dan perlengkapan seperti sabun, tisu. Sekolah juga butuh infrastruktur seperti wastafel di setiap kelas, disinfektan dan lain-lain. ini bisa menggunakan dana BOS,” kata dia.

Ketika dana BOS telah digunakan untuk infrastruktur, menggaji guru honorer dan lain-lain, maka alokasi dana untuk menggratiskan internet bagi murid dan guru tidak akan memadai. Karena itu, KPAI menyarankan dana internet untuk siswa itu diambil dari dana POP yang menurutnya belum secara langsung menyentuh kebutuhan guru dan siswa saat ini, terutama di masa pandemi Covid-19.

Baca Juga :   Guru Honorer Mengadu ke Wakil Rakyat, Ini Tuntutannya

“KPAI dari awal mendorong subsidi biaya internet. Negara-negara yang terkena pandemi itu rata-rata menggratiskan internet pada jam-jam PJJ, dan penggratisan ini dilakukan pada jam-jam PJJ dari Senin sampai Jumat,” ujar Retno.*