Beranda Berita Belajar Mengajar Tatap Muka Tetap Paling Efektif

Belajar Mengajar Tatap Muka Tetap Paling Efektif

39
0
Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan pola tatap muka tetap lebih efektif daripada pembelajaran secara daring. (Foto: Sahabat Guru/G. Susatyo)

SahabatGuru – Kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka tetap menjadi pola pembelajaran yang paling efektif. Guru bisa melihat langsung respons dan ekspresi peserta didik dibandingkan saat melakukan kegiatan belajar mengajar secara online atau daring seperti yang terjadi selama pandemi Covid-19.  

Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim saat menanggapi  kegiatan belajar mengajar dengan pola tatap muka. Menurut Mendikbud guru bisa mengetahui murid bisa mengikuti pelajaran atau tidak saat mengajar di kelas.

“Guru dapat melihat langsung, apakah peserta didik tampak gembira atau sedih. Atau apakah murid bisa mengikuti pelajaran dengan baik atau tidak,” kata Mendikbud saat berdialog dengan para guru SD Negeri Polisi 1, di Kota Bogor, Kamis lalu.  

Baca Juga :   Mendikbud: Sistem Zonasi Jadi Landasan Wajib Belajar 12 Tahun

Bila tidak ada lagi zona merah berarti situasinya sudah aman dan bisa dimulai pembelajaran dengan tatap muka

Mendikbud melakukan dialog saat meninjau pelaksanaan pendidikan jarak jauh atau kegiatan belajar secara daring di sekolah tersebut. Meski mengakui KBM tatap muka lebih efektif, namun menurut Nadiem, pemerintah belum mengizinkan peserta sekolah menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar dengan pola tatap muka. Ini terkait situasi yang masih pandemi Covid-19.

Nadiem menuturkan masih banyak daerah berstatus zona merah. Artinya tingkat pandemi di daerah tersebut termasuk tinggi sehingga kegiatan belajar mengajar masih dilakukan dengan pola jarak jauh.

“Bila tidak ada lagi zona merah berarti situasinya sudah aman dan bisa dimulai pembelajaran dengan tatap muka,” ujar Nadiem.

Baca Juga :   Covid-19, Dana BOS dan BOP PAUD untuk Beli Pulsa dan Masker

Namun masa pembelajaran secara daring menjadi pengalaman berharga bagi guru dan murid. Bila situasi sudah normal dan kegiatan belajar mengajar dengan pola tatap muka kembali dilakukan, Mendikbud berharap pengetahuan mengenai teknologi pola belajar jarak jauh tetap bisa dengan baik. Pasalnya suatu saat nanti bisa dimanfaatkan bila harus melakukan pembelajaran jarak jauh.

Pada kesempatan tersebut, Nadiem menjelaskan Kemendikbud telah menerbitkan kebijakan terkait alokasi anggaran untuk bantuan operasional sekolah (BOS). Menurut dia, alokasi anggaran BOS sudah dialihkan untuk pelaksanaan pendidikan jarak jauh, yakni membeli pulsa untuk kegiatan belajar mengajar bagi guru dan peserta didik. Dengan demikian proses belajar mengajar secara daring dapat terlaksana dengan baik.

“Alokasi dana BOS itu sudah ada plafonnya. Kalau besaran dana BOS dinilai kurang, itu persoalan lain lagi,” katanya.

Baca Juga :   Penanganan Covid-19, Disdikpora Bangli Sumbang Rp70 Juta

Nadiem juga menjelaskan, Kemendikbud saat ini menghadapi pekerjaan rumah, yakni penyederhanaan kurikulum. “Kami akan melakukan penyederhanaan kurikulum agar peserta didik lebih fokus belajar. Tampaknya, masih banyak guru yang ragu-ragu,” katanya. *