Beranda Berita Kampus dan Sekolah Jangan Jadi Sarana Penularan Covid-19

Kampus dan Sekolah Jangan Jadi Sarana Penularan Covid-19

46
0
Mendikbud Nadiem Anwar Makarim berkunjung ke keluarga besar Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dan melakukan diskusi tentang pendidikan nasional. (Foto: kemdikbud.go.id)

SahabatGuru – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan masih menyelenggarakan pendidikan jarak jauh (PJJ). Pertimbangannya, pembelajaran ini akan mencegah kampus dan sekolah menjadi sarana penularan Covid-19.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim menuturkan sekolah dan kampus memiliki potensi klaster penularan. Ini yang menjadikan sekolah yang kmebali dibuka tetap harus memenuhi persyaratan secara ketat. Tak hanya itu, orang tua juga belum sepenuhnya mengizinkan anak-anaknya ke sekolah meski sudah dibuka karena berada di zona hijau.   

“Jangan sampai kampus dan sekolah menjadi sarana penularan virus Covid-19,” ujar Mendikbud dalam webinar nasional di Jakarta, Selasa (21/7/2020).

Jangan sampai sarana pendidikan sarana penularan virus. Ini adalah tanggung jawab kolektif insan pendidikan di Indonesia

Mendikbu kembali menegaskan bila Kemendikbud memiliki komitmen untuk mengatasi pandemi Covid-19 dengan segenap daya dan upaya.Pelaksanaan pendidikan jarak jauh merupakan salah satu upaya kementerian dalam mengatasi pandemi.

Baca Juga :   Beasiswa Unggulan Kembali Dibuka, Ikuti Cara Pendaftaran

“Prioritas kami keselamatan dan kesehatan murid dan ortu (orang tua). Oleh karena itu, kita masih menerapkan PJJ,” kata dia seperti dikutip antaranews.com.

Pendidikan jarak jauh itu, katanya, terutama untuk sekolah-sekolah yang berada di zona merah, oranye, dan kuning. Untuk zona hijau dapat dilakukan di sekolah dengan menerapkan protokol kesehatan guna pencegahan penularan Covid-19.

Nadiem juga menegaskan bahwa prinsipnya adalah keselamatan dan kesehatan dan menjadi prioritas utama.

“Jangan sampai sarana pendidikan sarana penularan virus. Ini adalah tanggung jawab kolektif insan pendidikan di Indonesia,” kata dia.

Dia juga menjelaskan pelaksanaan PJJ telah membuka mata terkait dengan tantangan dan potensi pembelajaran metode itu. Meski tidak bisa menggantikan pembelajaran tatap muka, kata dia, pembelajaran daring memberikan manfaat tersendiri.

Baca Juga :   Ini Skenario Dindikbud Tangsel Hadapi New Normal

Oleh karena itu, pihaknya akan terus mengembangkan sistem pembelajaran dan teknologi pembelajaran daring, sebagai pelengkap pembelajaran tatap muka.

“Sekali lagi, pembelajaran daring adalah pelengkap bukan pengganti pembelajaran tatap muka. Negara maju sudah menerapkan itu dan Indonesia tidak mau ketinggalan menerapkan itu,”” kata dia.

Nadiem mengibaratkan pandemi Covid-19 sebagai ledakan yang dapat menjadi momentum untuk melakukan lompatan pendidikan yang lebih baik lagi.*