Beranda Berita Sekolah yang Dibuka di Zona Hijau Bisa Bertambah

Sekolah yang Dibuka di Zona Hijau Bisa Bertambah

71
0
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud, Iwan Syahril menyatakan kementerian hanya mempermanenkan ketersediaan berbagai platform PJJ, baik yang bersifat daring maupun luring. (Foto: kemdikbud.go.id)

SahabatGuru – Sekolah yang berada pada zona hijau dan memenuhi berbagai persyaratan ketat lainnya dapat melaksanakan metode pembelajaran secara tatap muka meski pandemi Covid-19 belum berakhir. Jumlah daerah dengan satuan pendidikan yang melakukan pembelajaran tatap muka juga bisa meningkat seiring dengan waktu.

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud, Iwan Syahril pada Bincang Sore secara virtual, di Jakarta, Senin (6/07/2020). Menurut Iwan Syahrial dibukanya satuan pendidikan di zona hijau didasarkan Surat Keputusan Bersama Empat Kementerian.

Sedangkan satuan pendidikan di zona kuning, oranye, dan merah akan menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Namun pelaksanaan PJJ juga tidak akan permanen. Terutama bila statusnya sudah berubah menjadi zona hijau.

Yang akan permanen adalah tersedianya berbagai platform PJJ, termasuk yang bersifat daring dan luring seperti Rumah Belajar. Ini akan terus dilangsungkan guna mendukung siswa dan guru dalam proses belajar mengajar

“Satuan pendidikan yang berada pada zona hijau bisa melakukan pembelajaran secara tatap muka dengan memenuhi berbagai persyaratan ketat. Sedangkan PJJ berlaku di zona lainnya dan tidak akan permanen,” ujar Iwan seperti dikutip laman kementerian.

Baca Juga :   Kemendikbud Rilis Hasil Survei Evaluasi Belajar dari Rumah

Kemendikbud Permanenkan Ketersediaan Platform PJJ

Dalam kesempatan itu, Iwan menuturkan bila Kemendikbud hanya mempermanenkan ketersediaan berbagai platform PJJ, baik yang bersifat daring maupun luring. Platform PJJ itu telah diterapkan untuk mendukung siswa dan guru dalam proses belajar mengajar selama masa pandemi Covid-19. Penggunaan platform ini tidak diwajibkan, tetapi akan dibuat tersedia. Adapun metode pembelajaran yang diberikan kepada siswa akan tetap ditentukan berdasarkan kategori zona pandemi.  

“Yang akan permanen adalah tersedianya berbagai platform PJJ, termasuk yang bersifat daring dan luring seperti Rumah Belajar. Ini akan terus dilangsungkan guna mendukung siswa dan guru dalam proses belajar mengajar,” kata Iwan.

Terkait pemanfaatan berbagai platform pendidikan berbasis teknologi yang telah tersedia, Kemendikbud mendorong pembelajaran dengan model kombinasi (hybrid). Model ini sangat bermanfaat menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan inovatif dalam menghadapi revolusi industri 4.0.

Baca Juga :   Sistem Zonasi Dalam Penerimaan Siswa Baru Harus Ditaati

“Saya yakin model pembelajaran berbasis kombinasi pembelajaran ini akan terbukti efektif meningkatkan kemampuan dan kompetensi siswa dalam bersaing di dunia global saat ini,” ucap Iwan menjelaskan.

Melalui pembelajaran dengan model kombinasi, guru dan siswa akan melanjutkan penerapan teknologi yang dikombinasikan dengan tatap muka sebagai metode pembelajaran terpadu. Dengan demikian alat bantu pembelajaran tidak hanya berupa buku teks saja, tetapi berbagai platform teknologi yang telah dimanfaatkan dalam PJJ selama pandemi.

Covid-19 Beri Hikmah Positif

Senada dengan itu, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan (Kabalitbang dan Perbukuan) Kemendikbud Totok Suprayitno mengatakan pandemi Covid-19 memberikan hikmah positif terutama pada akselerasi pemanfaatan teknologi.

“Bagi dunia pendidikan, walaupun menghadirkan berbagai tantangan besar, pandemi Covid-19 memunculkan pembelajaran positif, salah satunya adalah pemanfaatan teknologi dengan skala besar yang begitu cepat guna mendukung proses pembelajaran,” kata Totok.

Baca Juga :   Kabupaten Aceh Timur Alokasikan Anggaran 30,7 M Tangani Covid-19

Oleh karena itu, berbagai macam sumber pembelajaran selama masa pandemi Covid-19 akan tetap diterapkan pada satuan pendidikan di masa kebiasaan baru atau pasca pandemi.

“Sumber pembelajaran yang dilakukan oleh guru sangat terbuka ada Rumah Belajar, modul, Buku Sekolah Elektronik, dan sebagainya. Tidak ada kebijakan untuk mengarahkan ke produk tertentu. Apa pun itu yang bisa meningkatkan pembelajaran silakan diunduh,” kata Totok memungkasi.*