Beranda Berita Rehabilitasi 12 SD dan SMP di Wilayah Tertinggal Diselesaikan

Rehabilitasi 12 SD dan SMP di Wilayah Tertinggal Diselesaikan

36
0
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyelesaikan rehabilitasi 12 Sekolah Dasar (SD) dan Menengah (SMP) yang berada di wilayah 3T. (Foto: Kementerian PUPR)

SahabatGuru – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyelesaikan rehabilitasi 12 Sekolah Dasar (SD) dan Menengah (SMP) yang berada di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal). Kementerian PUPR akan mempercepat pembangunan dan rehabilitasi gedung sekolah itu.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, rehabilitasi fasilitas pendidikan merupakan instruksi Presiden Jokowi kepada Kementerian PUPR untuk mempercepat pembangunan dan rehabilitasi 10 ribu sekolah, madrasah, dan lanjutan KDP PTN/PTKIN di seluruh Indonesia. Rehabilitasi tersebut merupakan upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.  

“Kita melanjutkan pembangunan sarana pendidikan guna mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia. Manfaatkan fasilitas yang sudah dibangun. Generasi mendatang harus lebih pintar karena fasilitasnya lebih baik,” kata Menteri Basuki dalam keterangannya, Sabtu (27/6/2020).

Baca Juga :   Adiresy Smart English Memang Beda

Direktur Prasarana Strategis, Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Iwan Suprijanto menyampaikan bahwa Kementerian PUPR melaksanakan rehabilitasi sarana pendidikan. Ini sesuai amanat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 43 Tahun 2019 tentang Pembangunan, Rehabilitasi, atau Renovasi Pasar Rakyat, Prasarana Perguruan Tinggi, dan Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.

Di Kawasan Perbatasan Kalimantan Utara (Kaltara), PUPR telah menyelesaikan rehabilitasi dan renovasi 12 SD dan SMP yang dibangun menembus wilayah perbatasan Indonesia dengan Malaysia. Delapan di antaranya merupakan SD dan empat SMP yang berada di dua Kabupaten yaitu Kabupaten Malinau dan Nunukan.

Kepala BPPW Kaltara Dony Fitriandy mengatakan, masing-masing sebanyak dua sekolah berada di Kabupaten Malinau, yakni SD Negeri 002 Sungai Tubuh dan SMP Negeri 1 Mentarang Hulu. Sementara enam sekolah berada di Perbatasan Krayan Kabupaten Nunukan, yakni SMP Negeri 2 Krayan Selatan, SMP Negeri 1 Krayan Selatan, SMP Negeri 2 Krayan, SD Negeri 012 Krayan, SD Negeri 014 Krayan, dan SD Negeri 009 Krayan.

Baca Juga :   Mendikbud : Penerimaan PPPK Prioritas Untuk Guru Honorer K2

Sisanya sebanyak empat sekolah berada di Perbatasan Pulau Sebatik Kabupaten Nunukan, yakni SD Negeri 001 Sebatik Barat, SD Negeri 001 Sebatik Tengah, SD Negeri 002 Sebatik Tengah, dan SD Negeri 001 Sebatik Utara.

“Tantangan utama dalam rehabilitasi sekolah di kawasan perbatasan adalah kesulitan dalam transportasi material dan keterbatasan akses menuju lokasi. Misalnya, lokasi Kecamatan Sungai Tubuh sangat sulit untuk di jangkau karena harus menggunakan longboat selama 32 jam dan dilanjutkan dengan berjalan kaki selama dua hari dua malam,” ujar Dony.  

Total alokasi anggaran rehabilitasi dan renovasi 12 sekolah tersebut sebesar Rp34 miliar. Untuk saat ini, sekolah yang dibangun telah diserah terimakan pengelolaan sementaranya kepada Pemerintah Kabupaten Malinau dan Nunukan untuk dimanfaatkan dalam proses belajar mengajar. (Irm) *

Baca Juga :   Genjot Kerjasama, Amikom Target Miliki 20 Persen Mahasiswa Internasional