Beranda Berita DPR Apresiasi Kebijakan Kemendikbud Bantu Sektor Pendidikan Terdampak Covid-19

DPR Apresiasi Kebijakan Kemendikbud Bantu Sektor Pendidikan Terdampak Covid-19

44
0
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mndikbud) Nadiem Anwar Makarim. (Foto: kemdikbud.go.id)

SahabatGuru – Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mengapresiasi berbagai kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk membantu sektor pendidikan yang terdampak Covid-19. Apresiasi tersebut disampaikan Komisi X dalam Rapat Kerja (Raker) secara telekonferensi di Jakarta, Senin (22/06).

Dalam Rapat Kerja itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menyampaikan empat topik penting. Keempat topik utama tersebut adalah Rencana Anggaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tahun 2021 dan Program Indonesia Pintar, Profil Pelajar Pancasila sebagai bagian dari Peta Jalan 2020-2035, Bantuan untuk mahasiswa dan sekolah terdampak Covid-19, serta penyelenggaraan pembelajaran pada tahun ajaran dan tahun akademik baru di masa pandemi.

Mendikbud menyampaikan terima kasih atas semua umpan balik, saran, maupun kritik konstruktif yang mencerminkan Komisi X merupakan mitra strategis Kemendikbud. Hal tersebut sangat penting agar masyarakat mengetahui kinerja pemerintah menangani Covid-19.

Baca Juga :   Kemendikbud Prioritaskan Persiapan Pendidikan Jarak Jauh

Mas Menteri telah menyampaikan jawaban yang melegakan hati kami

“Masyarakat di tengah pandemi mengetahui bahwa kolaborasi antar-instansi sangat kuat dan kita kompak menangani Covid-19,” kata Mendikbud.

Menurut Mendikbud, terdapat beberapa kegiatan prioritas pendidikan tahun 2021. Pertama, Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan KIP yang diampu Sekretaris Jenderal.

“KIP pada 2021 masih di Kemendikbud dan belum ada rencana dipindahkan,” kata Nadiem menjawab isu perpindahan KIP ke kementerian lain.

Selanjutnya leksikografi juga menjadi prioritas. Saat ini sebanyak 25.000 kata dan istilah baru serta Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia dalam Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) literasi yang diampu Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Ketiga, penyediaan peralatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) serta pendampingan daerah dan penguatan tata kelola yang diampu Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Ditjen PAUD Dasmen).

Baca Juga :   Peringati Hari Guru Sedunia, Kemendikbud Gelar Lokakarya

Keempat, sekolah penggerak/revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), penguatan sumber daya manusia (SDM) bidang vokasi, serta Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) Vokasi yang diampu Ditjen Pendidikan Vokasi. Kelima, Guru Penggerak, Organisasi Penggerak, dan Peningkatan Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) yang diampu Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan. Keenam, BOPTN Satuan Kerja dan PTN Badan Hukum dan Kerja sama/magang industri (Kampus Merdeka) yang diampu Ditjen Pendidikan Tinggi.

Ketujuh, pengembangan AKM dan pengembangan perbukuan nasional yang diampu Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan (Balitbang dan Perbukuan). “Balitbang dan Perbukuan akan hampir 100 persen fokus pada pengembangan kurikulum dan asesmen. Pengembangan perbukuan berdasarkan penyederhanaan kurikulum sesuai pengembangan asesmen AKM yang mengacu standar global, yaitu literasi dan numerasi,” ujar Mendikbud menerangkan.

Baca Juga :   Ditingkatkan, Transparansi Penggunaan Dana BOS

Di bidang kebudayaan, beberapa program prioritas Kemendikbud antara lain penyelenggaraan event-event serta pengembangan cagar budaya dan museum. Kemendikbud juga akan terus mendorong revitalisasi secara selektif cagar budaya agar menjadi kelas dunia.

“Kami harapkan perbaikan situasi COVID-19 akan membuat event-event kebudayaan sebagai bagian diplomasi budaya Indonesia yang sudah pernah disebutkan sebelumnya akan berjalan,” ujar Mendikbud.

Dalam kesempatan tersebut, Komisi X DPR mengapresiasi berbagai langkah dan kebijakan Kemendikbud merespons kebutuhan publik di masa pandemi COVID-19. Ketua Kelompok Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Sofyan Tan mengungkapkan Mendikbud menjawab semua pertanyaan baik disampaikan di dalam Raker sebelumnya maupun isu-isu terbaru yang menjadi perbincangan publik.

“Mas Menteri telah menyampaikan jawaban yang melegakan hati kami,” ujarnya.*