Beranda Berita Kemendikbud Hati-hati Buka Sekolah di Zona Hijau

Kemendikbud Hati-hati Buka Sekolah di Zona Hijau

61
0
Kepala Biro Kerja sama dan Humas Evy Mulyani menyatakan pembukaan sekolah di zona hijau akan dilakukan secara hati-hati. (Foto: kemdikbud.go.id)

SahabatGuru – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tetap akan berhati-hati saat hendak membuka sekolah meski berada di zona hijau saat dimulainya tahun ajaran baru. Kesehatan dan keselamatan warga sekolah, yaitu siswa, guru dan orang tua, menjadi prioritas bila sekolah kembali dibuka.

Kepala Biro Kerja sama dan Humas Evy Mulyani mengatakan bahwa dimulainya tahun ajaran baru tidak sama dengan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di sekolah. Siswa tetap tidak masuk sekolah dan proses belajar mengajar dilakukan secara online atau daring selama masa pandemi Covid-19. Belajar di rumah tetap akan dilaksanakan saat tahun ajaran baru yang rencananya dimulai pada pertengahan Juli ini.

Namun ada rencana sekolah yang berada di zona hijau bisa dibuka. Zona dikategorikan hijau bila tidak ada kasus positif virus corona. Hanya rencana itu haru dipertimbangan secara matang oleh Kemendikbud.  

Sekolah yang berada di zona hijau tidak langsung bisa dibuka secara otomatis, tetapi melalui prosedur izin syarat yang ketat

“Yang menjadi prioritas kami adalah kesehatan dan keselamatan warga sekolah sehingga sekolah tidak serta-merta dibuka di wilayah zona hijau saat dimulainya tahun ajaran baru. Bila dibuka tetap dilakukan dengan sangat hati-hati dan mengikuti protokol kesehatan,” kata Evy dalam keterangannya seperti dikutip laman kementerian di Jakarta, Senin (8/6/2020).

Baca Juga :   Dioptimalkan, Penggunaan Anggaran Fungsi Pendidikan

Bila sekolah di zona hijau masih menjadi pertimbangan, sebaliknya yang berada di zona kuning, apalagi merah, tidak bisa dibuka. Sistem pembelajaran jarak jauh masih menjadi pilihan utama pemerintah dalam menerapkan model pembelajaran Tahun Ajaran baru 2020/2021 bagi sekolah di zona tersebut.

“Kami masih menemukan adanya kerancuan terkait tahun ajaran baru yang masih disamakan dengan masuk sekolah lagi. Atau kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di sekolah,” kata Evy.

“Saat ini model pembelajaran jarak jauh akan menjadi pilihan utama sehingga bagi sebagian besar sekolah akan melanjutkan pembelajaran jarak jauh seperti yang sudah dilakukan 3 bulan terakhir,” ujar dia lagi.

Menurut Evy pembukaan kembali sekolah khususnya di wilayah zona hijau tetap akan dilakukan secara ketat. Kemendikbud akan membahas rencana tersebut dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Sedangkan protokol kesehatan di bidang pendidikan akan dibahas bersama Kementerian Kesehatan.

Baca Juga :   Mendikbud: Sekolah di Zona Hijau Dibuka Tetapi Bisa Ditutup Lagi

“Sekolah yang berada di zona hijau tidak langsung bisa dibuka secara otomatis, tetapi melalui prosedur izin syarat yang ketat. Misalnya sekolah berada di zona hijau, tetapi berdasarkan penilaian keseluruhan prosedur dan syarat, ternyata tidak layak untuk dibuka kembali. Tentu ini harus tetap menjalankan pendidikan jarak jauh,” kata Evy lagi.

Kemendikbud Rekomendasikan 23 Laman

Untuk menunjang pembelajaran jarak jauh ini, Kemendikbud telah merekomendasikan 23 laman yang bisa digunakan peserta didik sebagai sumber belajar dalam menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh. Selain itu warga satuan pendidikan, khususnya peserta didik dapat memanfaatkan berbagai layanan yang disediakan Kemendikbud antara lain program belajar dari rumah melalui TVRI, radio, modul belajar mandiri dan lembar kerja, bahan ajar cetak serta alat peraga dan media belajar dari benda dan lingkungan sekitar.

Baca Juga :   Sosialisasikan Covid-19, Bupati Aceh Timur Minta Camat Turun ke Desa

“Saat ini, kita mempunyai pembelajaran jarak jauh yang memang memerlukan internet akses jadi online based, kemudian juga ada television based, radio based, dan juga sebenarnya banyak tersedia berbagai modul yang dapat dipergunakan atau dipelajari secara mandiri. Tentunya ini sangat memerlukan kolaborasi yang sangat baik antara guru dan orang tua terkait pembelajaran jarak jauh ini,” terang Evy.

Menurut Evy aktivitas dan tugas pembelajaran pada sistem pembelajaran jarak jauh bisa dilakukan bervariasi disesuaikan dengan minat siswa, serta akses atau fasilitas belajar di rumah. Pembelajaran jarak jauh ini hadir untuk memberi pengalaman belajar yang bermakna tanpa harus membebani guru dan siswa dalam menyelesaikan kurikulum untuk kenaikan kelas atau kelulusan. *