Beranda Berita Mendikbud: Pembukaan Sekolah Tunggu dari Gugus Tugas

Mendikbud: Pembukaan Sekolah Tunggu dari Gugus Tugas

80
0
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mndikbud) Nadiem Anwar Makarim. (Foto: kemdikbud.go.id)

SahabatGuru – Sekolah kembali dibuka tidak sepenuhnya didasarkan keputusan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Bila sekolah kembali dibuka itu sepenuhnya didasarkan pertimbangan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Hal itu disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim dalam Rapat Kerja secara telekonferensi dengan Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), di Jakarta, Rabu (20/5/2020). Kementerian sudah menyiapkan semua skenario mengenai kemungkinan dibukanya kembali sekolah. Namun keputusan mengenai waktu dan metodenya akan berlandaskan pertimbangan Gugus Tugas.

Mengenai keputusan kapan, dengan format apa, dan seperti apa. Pasalnya ini melibatkan faktor kesehatan, bukan hanya pendidikan. Itu masih di Gugus Tugas

“Kemendikbud sudah siap dengan semua skenario. Tentunya keputusan itu ada di dalam Gugus Tugas, bukan Kemendikbud sendiri. Jadi, kami yang akan mengeksekusi dan mengoordinasikan,” kata Mendikbud.

Baca Juga :   Pekerjaan Guru Bisa Bahayakan Masyarakat

“Mengenai keputusan kapan, dengan format apa, dan seperti apa. Pasalnya ini melibatkan faktor kesehatan, bukan hanya pendidikan. Itu masih di Gugus Tugas,” ujarnya.

Mendikbud juga membantah pemberitaan bila sekolah akan dibuka pada awal tahun ajaran baru di bulan Juli. Nadiem memastikan bila dirinya tak pernah mengeluarkan pernyataan terkait dibukanya tahun ajaran baru.  

“Kami tidak pernah mengeluarkan pernyataan kepastian (dibukanya tahun ajaran baru). Keputusannya memang bukan dari kami. Bila ada media yang menyebutkan hal itu, jelas itu tidak benar,” tutur Nadiem lagi.

Menurut Mendikbud awal tahun ajaran baru relatif tetap di banyak negara. Sedangkan metode belajar disesuaikan dengan kondisi dan status kesehatan masyarakat di masing-masing wilayah. Apakah tetap belajar di rumah atau bisa di sekolah berdasarkan pertimbangan gugus tugas.   

Baca Juga :   PGRI Tidak Bergabung dengan Program Organisasi Penggerak Kemendikbud

“Kemendikbud menilai saat ini tidak diperlukan adanya perubahan tahun ajaran maupun tahun akademik. Tetapi metode belajarnya apakah belajar dari rumah atau di sekolah akan berdasarkan pertimbangan gugus tugas,” kata Mendikbud.

Pandemi Covid-19 menjadikan kegiatan belajar mengajar di sekolah diliburkan. Ini untuk menghindari kerumunan banyak orang dan harus saling menjaga jarak. Aktivitas belajar mengajar dilakukan di rumah secara daring. *