Beranda Berita Guru Tak Perlu Selesaikan Semua Materi dalam Kurikulum

Guru Tak Perlu Selesaikan Semua Materi dalam Kurikulum

23
0
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menyatakan bila guru tidak perlu menyelesaikan semua materi selama pandemi Covid-19. (Foto: kemdikbud.go.id)

SahabatGuru – Covid-19 telah mengubah wajah pendidikan. Tidak secara mendasar, namun ada penyesuaian pembelajaran yang tidak membebani guru dan siswa. Pembelajaran pun kian sarat nilai-nilai penguatan karakter.

Pembelajaran tak lagi dilakukan secara offline atau tatap muka, tetapi secara online atau daring. Pembelajaran pun tak dibatasi ruang dan waktu.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menuturkan bila status kedaruratan Covid-19 memunculkan berbagai tantangan dalam pembelajaran jarak jauh, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) juga melakukan berbagai penyesuaian pembelajaran yang tidak membebani guru dan siswa.

Yang paling penting adalah siswa masih terlibat dalam pembelajaran yang relevan seperti keterampilan hidup, kesehatan, dan empati

Mendikbud pun menyatakan bila guru tidak perlu menyelesaikan semua materi. Menurut Nadiem yang terutama siswa masih terlibat dalam pembelajaran yang relevan.

Baca Juga :   Mendikbud: Selamat Hari Guru Tahun 2018

“Kami mendorong para guru untuk tidak menyelesaikan semua materi dalam kurikulum. Yang paling penting adalah siswa masih terlibat dalam pembelajaran yang relevan seperti keterampilan hidup, kesehatan, dan empati,” kata Mendikbud pada acara media briefing Adaptasi Sistem Pendidikan selama Covid-19, hasil kerja sama antara Kementerian Luar Negeri, Kemendikbud, dan Ketua Tim Pakar Penanganan Covid-19, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (14/5/2020).

Mendikbud juga menyampaikan telah mengeluarkan kebijakan menyikapi perkembangan penyebaran Covid-19. Termasuk di antaranya pembatalan ujian nasional (UN), penyesuaian ujian sekolah, implementasi pembelajaran jarak jauh, dan pendekatan online untuk proses pendaftaran siswa. Sekolah pun sudah mempersiapkan diri dengan perubahan itu. Pendaftaran siswa tahun ajaran baru pun bakal dilakukan secara online.    

Baca Juga :   Bupati Aceh Timur: Dana Desa Digunakan untuk Penanganan Covid-19

Selain itu, terdapat kebijakan penyesuaian pemanfaatan bantuan operasional sekolah (BOS) dan BOP yang fleksibel untuk memenuhi kebutuhan sekolah selama pandemi. Hal tersebut merujuk pada dua peraturan terbaru yaitu Permendikbud Nomor 19 dan 20 Tahun 2020.

Adapun bentuk relokasi sumber daya yang sudah dilakukan Kemendikbud yaitu program sukarelawan mahasiswa kedokteran dan kesehatan yang telah terkumpul lebih dari 15 ribu orang di seluruh Indonesia, dan mengaktifkan fasilitas medis universitas di seluruh Indonesia sebagai Covid-19 Test Center. Saat ini terdapat 18 laboratorium dan 13 rumah sakit untuk perawatan pasien.

Kementerian juga mengalokasikan asrama pusat pelatihan kementerian untuk karantina yaitu di LPMP dan P4TK di seluruh Indonesia, dan realokasi anggaran untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp405 miliar.*

Baca Juga :   Mendikbud: Pembukaan Sekolah Tunggu dari Gugus Tugas