Beranda Berita 8 Juni, Penerimaan Siswa Baru di Tangerang Selatan

8 Juni, Penerimaan Siswa Baru di Tangerang Selatan

31
0
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2020-2021 di Kota Tangerang Selatan. (Foto: dikbud.tangerangselatankota.go.id)

SahabatGuru – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Tangerang Selatan dibuka pada 8 sampai 20 Juni 2020. Penerimaan siswa baru tetap mengacu pada Peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 44 Tahun 2019 tentang PPDB. Dengan adanya aturan baru ini memastikan PPDB 2020 tetap menggunakan zonasi.

Berdasarkan informasi dari laman Dinas Pendidikan Tangerang Selatan, pendaftaran SD dimulai pada 8-20 Juni 2020. Sedangkan pendaftaran SMP Negeri dimulai pada 16-20 Juni. Pengumuman bagi siswa yang diterima di sekolah negeri pada 26 Juni 2020.

Ada pun siswa yang menempuh pendaftaran melalui jalur prestasi akademik dan prestasi hasil lomba dibuka pada 30 Juni sampai 2 Juli 2020. Sedangkan hasilnya akan diumumkan pada 6 Juli.

Baca Juga :   Setelah Gempa 2006, Sekolah di DIY Ajarkan Tanggap Bencana

Proporsi pembagian kuota siswa untuk tahun ini sudah cukup bagus dan berimbang dengan memperhatikan kebutuhan dan kondisi masyarakat setempat

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Tangerang Selatan Taryono mengatakan sistem zonasi tetap akan menjadi acuan karena sudah berjalan dengan baik. Sistem tersebut tentu akan dipertahankan dengan mempertimbangkan adanya perubahan dari PPDB tahun sebelumnya.

“Proporsi pembagian kuota siswa untuk tahun ini sudah cukup bagus dan berimbang dengan memperhatikan kebutuhan dan kondisi masyarakat setempat,” kata Taryono ketika dihubungi melalui pesan aplikasi, Kamis (14/5/2020).

Dalam skema kuota jalur zonasi PPDB 2020 ada perubahan dibandingkan tahun lalu. Salah satu perbedaan yang mendasar adalah kuota siswa dari jalur zonasi. Pada tahun tahun ini, PPDB kuota jalur zonasi berkurang menjadi 50 persen. Dengan demikian skema jalur zonasi sebesar 50 persen, kemudian afirmasi 15 persen, pindahan 5 persen dan jalur prestasi sebesar 30 persen.

Baca Juga :   Tinjau Pendidikan Kebencanaan di Banten, Presiden Jokowi Puas

Di tahun sebelumnya, kuota jalur zonasi minimal bisa mencapai 80 persen. Dan, sisanya diperuntukkan jalur prestasi dan perpindahan.

Melalui kebijakan baru ini, Kemendikbud ingin mengakomodasi ketimpangan akses dan kualitas di berbagai daerah. Daerah berwenang menentukan proporsi final dan menetapkan wilayah zonasi.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim mengatakan, kebijakan ini harus diselaraskan dengan pemerataan kuantitas dan kualitas guru di seluruh daerah. Dengan sistem baru ini diharapkan ada pemerataan kuantitas dan kualitas guru, sehingga bermanfaat terhadap pemerataan pendidikan. (Irm)