Beranda Berita Anggaran Jangan Dihamburkan, Prioritiskan Kompetensi Guru

Anggaran Jangan Dihamburkan, Prioritiskan Kompetensi Guru

83
0
Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan pola tatap muka tetap lebih efektif daripada pembelajaran secara daring. (Foto: Sahabat Guru/G. Susatyo)

SahabatGuru – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sebaiknya tidak menghamburkan anggaran yang begitu besar namun tidak memberi dampak dalam upaya peningkatan kompetensi guru. Ikatan Guru Indonesia (IGI) berharap kompetensi guru menjadi prioritas untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

IGI menaruh harapan besar kepada Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud yang baru Dr Iwan Syahril Ph.D yang sebelumnya Staf Khusus Bidang Pembelajaran Mendikbud. Iwan dilantik Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menjadi Direktur Jenderal GTK, Jumat (8/5/2020).

Menurut Muhammad Ramli Rahim, Ketua Umum IGI, GTK harus mampu mendorong guru mengembangkan kompetensinya. Ramli optimistis dengan pengangkatan Iwan sebagai Dirjen GTK. Pasalnya Iwan merupakan anak muda yang dekat dengan dunia pendidikan terutama dalam pendidikan dasar dan menengah.

Baca Juga :   Disdikbud Boyolali Tetapkan Siswa Belajar di Rumah

Bagaimana menjadikan guru agar mampu meningkatkan kompetensi secara terus-menerus dan mandiri, selain tentu saja pola rekruitmen yang baik

“Dirjen GTK yang baru harus mampu menciptakan atmosfer agar guru mampu mengembangkan kompetensinya secara mandiri,” ujar Ramli dalam keterangannya seperti dikutip antaranews.com di Jakarta, akhir pekan lalu.

Ramli mengatakan bila Kemendikbud selama ini seolah membuang garam di laut dengan menghamburkan anggaran begitu besar. Menurut dia bila ingin menjadikan pendidikan lebih baik, kualitas guru harus ditingkatkan. Dan anggaran dari kementerian digunakan untuk meningkatkan kompetensi para pendidik.   

“Semua itu terjadi karena yang dilakukan Kemendikbud lebih bersifat proyek dibanding sebuah gerakan. Satu-satunya cara agar pendidikan kita lebih baik adalah dengan menghasilkan kualitas guru yang baik,” ujar Ramli.

Baca Juga :   Bupati Gorontalo Utara : Biarkan UNBK dan USBN Berlangsung Tenang

“Bagaimana menjadikan guru agar mampu meningkatkan kompetensi secara terus-menerus dan mandiri, selain tentu saja pola rekruitmen yang baik,” tuturnya.

Ramli mengatakan IGI sudah membuktikan dengan bergerak cepat tanpa bergantung anggaran menyelenggarakan peningkatan kompetensi guru. Untuk menciptakan atmosfer agar guru-guru meningkatkan kompetensi secara mandiri, Kemendikbud seharusnya memperjelas fungsi dan posisi organisasi profesi guru, bukan dengan melibatkan ormas di luar organisasi guru, seperti program Organisasi Penggerak.

Organisasi profesi guru adalah amanat undang-undang nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen yang tidak dijalankan secara konsekuen oleh Kemendikbud.

“IGI secara terang-terangan menawarkan upaya maksimal peningkatan kompetensi guru tanpa perlu diberikan anggaran. Hal ini dilakukan karena IGI yakin bahwa peningkatan kompetensi guru betul-betul harus dilakukan mandiri oleh guru itu sendiri melalui organisasi profesinya masing-masing,” ujar Ramli menerangkan. *

Baca Juga :   100 Ribu Anak Sekolah dan 20 Ribu Guru Terdampak Tsunami di Sulawesi Tengah