Beranda Berita Kemendikbud Rilis Hasil Survei Evaluasi Belajar dari Rumah

Kemendikbud Rilis Hasil Survei Evaluasi Belajar dari Rumah

44
0
Kemendikbud bersama UNICEF. melakukan evaluasi pelaksanaan program Belajar dari Rumah yang ditayangkan TVRI dengan melakukan survei. (Foto: antaranews.com)

SahabatGuru – Program Belajar dari Rumah dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang ditayangkan di TVRI merupakan salah satu alternatif belajar di tengah pandemi Covid-19. Program tersebut telah membantu banyak keluarga yang memiliki keterbatasan pada akses internet untuk melakukan pembelajaran jarak jauh dalam jaringan (daring).

Program tersebut sangat membantu anak-anak bisa terus belajar di rumah masing-masing. Bahkan mereka yang berada di wilayah 3 T (terdepan, terluar, tertinggal) mengetahui tayangan itu. Mereka pun selalu mengikutinya di TVRI.

Ini berdasarkan survei yang dilakukan Kemendikbud bersama UNICEF. Survei dilakukan untuk mengevaluasi pelaksanaan program Belajar dari Rumah di TVRI sejak ditayangkan mulai 13 April 2020.

Ini menjadi masukan bagi kami untuk melakukan perbaikan program mendatang. Khususnya pendekatan bagi publik di wilayah 3T

“Sebanyak 99 persen guru, siswa, dan orang tua, baik di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) maupun non-3T mengetahui adanya program ini,” kata Evy Mulyani, Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat (BKHM) Kemendikbud, di Jakarta, Selasa (5/5/2020).

Baca Juga :   RNPK, Menjadikan Guru Sebagai ‘Ibu Pendidikan’

Dilanjutkan Evy, sebanyak 94 persen guru di wilayah 3T pernah menonton program Belajar Dari Rumah di TVRI. Sementara itu, sebanyak 77 persen guru di wilayah 3T mengaku pernah menonton program tersebur.

“Di wilayah 3T, frekuensi guru menonton program Belajar Dari Rumah sebanyak 3,2 kali dalam seminggu. Sementara di wilayah non-3T sebanyak 4,1 kali,” ujar dia.

Secara umum, tingkat kesenangan menonton program Belajar Dari Rumah cukup baik. Evy menyebutkan bagi siswa, skor yang didapatkan sebesar 7,8 (skala 1-10) dan bagi orang tua sebesar 8,2. Sementara itu, tingkat kesenangan guru di wilayah 3T sebesar 7, dan di wilayah non-3T sebesar 7,5.

TVRI menjadi saluran televisi yang paling banyak ditonton siswa selama pembelajaran dari rumah. Sebanyak 52 persen responden di wilayah 3T menyatakan menonton lembaga penyiaran publik ini selama masa pembelajaran jarak jauh dari rumah masing-masing. Sementara itu, sebanyak 78,6 persen responden di wilayah non-3T menyatakan menonton TVRI selama masa pembelajaran dari rumah.

Baca Juga :   Setelah Gempa 2006, Sekolah di DIY Ajarkan Tanggap Bencana

“Ini menjadi masukan bagi kami untuk melakukan perbaikan program mendatang. Khususnya pendekatan bagi publik di wilayah 3T,” ujar Kepala BKHM Kemendikbud.

Durasi Tayangan Pembelajaran Perlu Ditambah

Salah satu umpan balik yang didapatkan dari survei ini adalah sebanyak 20 persen responden siswa mengharapkan penambahan durasi tayangan pembelajaran. “Kami akan berkoordinasi dengan TVRI terkait kemungkinan penambahan jam tayang. Terutama materi pembelajaran kemampuan kecakapan hidup dan vokasi. Mungkin bisa menambah durasi tayangan minimal 45 menit per segmen,” tutur Evy.

Kemendikbud juga mengakomodasi harapan masyarakat mengenai perbaikan teknis siaran seperti perbaikan sinyal siaran dan perluasan akses program tayangan, Kemendikbud tengah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait kemungkinan relai program dengan stasiun televisi lokal.

Baca Juga :   Sedih, Gaji Sebagian Besar Guru Honorer di Papua Dibawah UMR

“Kami juga sedang mengkaji metode pembelajaran luar jaringan atau offline lainnya bagi masyarakat 3T yang tidak memiliki televisi. Misalnya menggunakan radio, buku, maupun relawan,” tutur Evy Mulyani.

Dijelaskan Evy, data untuk kelompok responden guru di daerah 3T didapatkan dari survei SMS dan daring. Sedangkan untuk kelompok responden guru di daerah non-3T, siswa, dan orang tua diperoleh dengan menggunakan metode daring. Jumlah responden untuk survei daring sebanyak 1.198 guru, 1.736 siswa, dan 1.373 orang tua.

“Karena keterbatasannya, kedua survei ini tidak dapat merepresentasikan gambaran nasional secara proporsional untuk masing-masing kelompok responden. Survei dilakukan dalam kurun periode 20 – 23 April 2020,” kata dia memungkasi. *