Beranda Berita Anjangsana Millennia World School, Sekolah Berfilosofi HAPPINESS

Millennia World School, Sekolah Berfilosofi HAPPINESS

129
0
Millennia World School hadir memberikan peran sebagai instansi pendidikan yang menekankan perkembangan secara holistik. (Foto: istimewa)

SahabatGuru – Rasa cinta belajar merupakan salah satu bentuk manifestasi pendidikan yang sangat diperlukan oleh guru juga oleh murid. Tanpa adanya rasa kecintaan terhadap hal yang kita pelajari, proses pendidikan pada akhirnya tidak akan menjadi perjalanan yang dapat dinikmati dengan baik.

Pendidikan akan menjadi dasar pilar pembentuk karakter dan pemikiran seseorang. Akan sangat sulit jika guru terlalu berfokus pada nilai atau model pembelajaran, sehingga melupakan esensi untuk membuat murid benar-benar memahami pembelajaran karena mereka memiliki kesenangan atau kecintaan untuk belajar.

Proses perkembangan potensi dan kualitas diri memang pastinya tidak akan luput dari konsep pendidikan yang bersinergi seiring perjalanan pendewasaan tiap individu. Dan tidak keliru jika orang tua akhirnya semakin selektif dalam memilih instansi pendidikan yang dirasa paling sesuai dengan potensi anak-anaknya.

Everybody is a genius. But if you judge a fish by its ability to climb a tree, it will live its whole life believing that it is stupid

Selaras dengan tantangan tersebut, Millennia World School hadir memberikan peran sebagai instansi pendidikan yang menekankan perkembangan secara holistik. Dengan menekankan hal tersebut, semua kegiatan di sekolah diintegrasikan secara menyeluruh melalui kemampuan praktikal artistik siswa dan perkembangan intelektualitas.

Baca Juga :   Minta Maaf, Mendikbud Minta Muhammadiyah, NU dan PGRI Kembali Bergabung

Hal ini bertujuan untuk mengembangkan rasa keingintahuan, rasa cinta belajar, juga bagaimana pentingnya makna dan tujuan hidup, agar mampu menggali potensi, minat, juga mengasah bakat. Millennia World School menerapkan sebuah filosofi yang disebut dengan H.A.P.P.I.N.E.S.S, yang merupakan singkatan dari Health, Artistic ability, Practical skills, Passion, Intellect, Naturalistic ability, Excellence, Social responsibility, and Spiritual well-being.

Ananda bisa belajar bercocok tanam pada kelas Gardening di Millennia World School. (Foto: istimewa)

Ini menjadi filosofi karena kami percaya bahwa setiap individu memiliki keunikan dan cara belajarnya masing-masing. Individu juga memiliki kecerdasan atau bakat yang tentunya berbeda. Jadi kami membantu mengarahkan ke proses pembelajaran hands-on dan active learning sebagaimana model pedagogik kami yang sangat terdiferensiasi.

Anak Percaya Diri Gali Kapasitas Individu

Banyak program sekolah yang akhirnya mendorong ananda untuk menjadi lebih percaya diri menggali kapasitas individu dan belajar memahami social emotional learning karena mereka diberi banyak kesempatan turun langsung melakukan aktivitas yang tidak melulu dilakukan secara konvensional (textbook based).

Baca Juga :   Demak, Mewarisi Kejayaan Masa Lalu

Di sekolah Millennia, ananda bisa belajar bercocok tanam pada kelas Gardening, belajar membuat menu-menu sehat pada kelas memasak, membuat kreasi woodworking yang digabung dengan programming pada kelas MakerSpace, belajar bersosialisasi dan berempati pada kegiatan rutin kunjungan ke panti werdha. Melalui kunjungan ini, ananda bisa mengajak para opa dan oma untuk bercerita atau bermain alat musik.

Millennia World School memberikan kelas MakerSpace. Di kelas itu, ananda belajar bersosialisasi dan berempati pada kegiatan rutin kunjungan ke panti werdha. Anak-anak akan mengajak oma dan opa bercerita dan bermain musik. (Foto: istimewa)

Selain itu ada program yang disebut Connex atau connect with the experts. Dalam program ini seorang expertise akan hadir bersama murid-murid sehingga mereka bisa menyerap ilmu langsung dari tenaga ahlinya. Begitu dan masih banyak lagi kegiatan pembelajaran lainnya yang membuat ananda akhirnya mau tidak mau menjadi terbiasa untuk responsif dan menjadikan practical skillnya lebih terasah.

Pastinya setiap ananda akan mampu mencetak prestasi, tidak hanya dalam bidang akademik, namun juga dalam bidang non-akademik sesuai dengan kecerdasannya masing-masing. Karena manusia memiliki kecerdasan jamak yang terdiri dari kecerdasan linguistik, kecerdasan matematis-logis (Logical & quantitative Thinking), kecerdasan visual-spasial, kecerdasan kinestetik-jasmani, kecerdasan musikal, kecerdasan naturalis, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, dan kecerdasan existential.

Karena tiap individu itu unik, jadi rasanya kurang tepat jika tenaga pengajar atau orang tua hanya menitikberatkan kemampuan anak pada satu bidang saja tanpa melihat kemampuannya di bidang yang lain. Mengutip kata-kata dari Albert Einstein, “Everybody is a genius. But if you judge a fish by its ability to climb a tree, it will live its whole life believing that it is stupid.”

Baca Juga :   Ada Gugus Tugas, PPDB 2019 Lancar

Lalu kembali ke pertanyaan dasarnya lagi, sudah sejauh manakah kita sebagai orang tua memahami juga mewadahi karakter serta potensi anak? Sudah tepatkah kita sebagai orang tua, memposisikan diri kita? Dan sudah sejauh manakah dukungan kita untuk memaksimalkan potensi dan minat anak-anak kita?

Besar harapan sekolah Millennia sebagai salah satu sekolah yang turut mampu mendukung anak-anak Indonesia menjadi manusia yang berkarakter baik, dan mendapatkan pendidikan yang layak. Semoga bangsa yang besar ini dapat semakin menumbuhkan rasa cinta belajar dan tidak takut untuk mencoba atau gagal. Karena menghargai dan belajar kegagalan merupakan satu langkah menuju keberhasilan yang besar.* 

Informasi selengkapnya mengenai Millennia World School dapat dilihat di:

Web: https://millenniaws.sch.id/

Fb: fb.me/millenniaWS

WA: 0821-1150-7100

IG: Millennia_WS