Beranda Berita Kemendikbud Tayangkan Program ‘Belajar dari Rumah’ di TVRI

Kemendikbud Tayangkan Program ‘Belajar dari Rumah’ di TVRI

56
0
Mendikbud Nadiem Anwar Makarim mengatakan kementerian meluncurkan program Belajar dari Rumah yang ditayangkan TVRI. Program itu bisa digunakan untuk pembelajaran siswa yang belajar di rumah. (Foto: Kemdikbud.go.id)

SahabatGuru – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan menyediakan materi pembelajaran bagi anak sekolah secara gratis dan bisa diakses di seluruh Indonesia. Kementerian menggandeng TVRI yang siarannya terjangkau di seluruh Indonesia dengan menyajikan Program bertajuk Belajar dari Rumah. Rencananya, program itu ditayangkan TVRI mulai Senin, 13 April 2020,

Program tayangan ini menjadi salah satu alternatif pembelajaran bagi siswa, guru, maupun orang tua, selama masa belajar di rumah di tengah wabah Covid-19. Program Belajar dari Rumah di TVRI akan diisi dengan berbagai tayangan edukasi, seperti pembelajaran untuk jenjang PAUD hingga pendidikan menengah, tayangan bimbingan untuk orang tua dan guru, serta program kebudayaan di akhir pekan, yakni setiap Sabtu dan Minggu. Untuk sementara, program ini direncanakan akan berjalan selama tiga bulan hingga Juli 2020.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menuturkan pihaknya memang sudah menjalin kerja sama dengan platform teknologi atau online learning swasta untuk memfasilitasi siswa belajar di rumah, Namun Kemendikbud menyadari bahwa masih banyak sekolah di daerah yang tidak memiliki akses internet. Ini yang kemudian dipenuhi dengan Program Belajar dari Rumah di TVRI.

Kemendikbud ingin memastikan bahwa dalam masa yang sangat sulit ini ada berbagai macam cara untuk mendapatkan pembelajaran dari rumah, salah satunya melalui media televisi. Karena itu kami meluncurkan program Belajar dari Rumah

Menurut Mendikbud program tersebut setidaknya bisa menjangkau banyak sekolah di daerah yang akses internet masih terbatas. Termasuk mereka yang kesulitan menggunakan platform teknologi, hingga keterbatasan dana untuk kuota internet atau pulsa.

Baca Juga :   Darurat Bencana, Nadiem Minta Pemda Prioritas Peserta Didik

“Kemendikbud ingin memastikan bahwa dalam masa yang sangat sulit ini ada berbagai macam cara untuk mendapatkan pembelajaran dari rumah, salah satunya melalui media televisi. Karena itu kami meluncurkan program Belajar dari Rumah,” ujar Mendikbud seperti dikutip laman kementerian, Kamis (9/4/2020).

Program Belajar dari Rumah ini diharapkan dapat memperluas akses layanan pendidikan bagi masyarakat di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Pasalnya daerah tersebut memang memiliki keterbatasan akses internet maupun keterbatasan ekonomi. Sedangkan TVRI merupakan saluran gratis yang bisa dinikmati masyarakat di berbagai daerah, dan bisa dimanfaatkan oleh siswa, guru, dan orang tua untuk membantu pembelajaran dari rumah selama pandemi Covid-19.

Baca Juga :   Bupati Bangli Apresiasi Lomba Secara Daring Peringati Hardiknas

“Ini merupakan respons cepat atas komplain masyarakat di daerah yang tidak memiliki akses internet dan masukan dari Komisi X DPR saat rapat kerja pada 27 Maret lalu. Semangat program kita tetap Merdeka Belajar,” tutur Mendikbud.

Fokus Literasi, Numerasi dan Pendidikan Karakter

Menurutnya, konten pembelajaran dalam Belajar dari Rumah akan fokus pada literasi, numerasi, dan penumbuhan budi pekerti atau pendidikan karakter. Kemendikbud juga akan melakukan monitoring dan evaluasi bersama lembaga pemerintah yang independen untuk mengkaji kualitas program tersebut. Apakah tayangan itu benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat atau tidak.

Mendikbud juga menuturkan, gotong-rotong menjadi kunci dalam memfasilitasi anak bangsa untuk mendapatkan akses pendidikan. Karena itu Kemendikbud terbuka untuk menjalin kerja sama dengan berbagai pihak dalam hal pembelajaran, seperti membuat konten edukatif, edutainment, atau platform teknologi, baik dengan mitra yang berada di Indonesia maupun mancanegara.

Baca Juga :   Sosialisasikan Covid-19, Bupati Aceh Timur Minta Camat Turun ke Desa

Sementara, Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid menjelaskan program tersebut bisa dimanfaatkan oleh peserta didik saat belajar di rumah. Menurut dia jadwal di hari Senin hingga Jumat digunakan untuk pembelajaran dengan total durasi tiga jam per hari untuk semua tayangan.

“Jadi ada setengah jam untuk masing-masing siswa. Selama setengah jam untuk PAUD dan setengah jam berikutnya untuk kelas 1 sampai kelas 3 SD. Selanjutnya materi pelajaran untuk kelas 4 sampai kelas 6 SD selama setengah jam. Dan setengah jam masing-masing untuk SMP, SMA, dan parenting,” tutur Hilmar.

Ia menjelaskan, materi program diambil dari berbagai sumber. Sebagian besar sudah diproduksi Kemendikbud sebelumnya, seperti dari TV Edukasi atau produksi konten unit kerja lain. Ada juga sumber materi dari luar Kemendikbud, yakni Jalan Sesama untuk jenjang PAUD.

Hilmar menuturkan, pada akhir pekan, yakni pada Sabtu dan Minggu, ada durasi tiga jam khusus untuk program kebudayaan, antara lain gelar wicara (talkshow), podcast, kesenian, dan magazine tentang perkembangan budaya dari seluruh Indonesia.*