Beranda Berita Kemendikbud Beri Bantuan APD ke Relawan dan Rumah Sakit Pendidikan

Kemendikbud Beri Bantuan APD ke Relawan dan Rumah Sakit Pendidikan

43
0
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) kepada rumah sakit pendidikan dan relawan mahasiswa kesehatan untuk penanganan pandemi Covid-19. (Foto: kemdikbud.go.id)

SahabatGuru – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyerahkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) untuk membantu penanganan pandemi Covid-19. Bantuan APD diserahkan kepada rumah sakit pendidikan dan relawan mahasiswa kesehatan yang bertugas dalam penanganan virus corona.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Plt. Dirjen Dikti) Nizam menyerahkan secara simbolis bantuan tersebut kepada perwakilan relawan dan Rumah Sakit Pendidikan Universitas Indonesia dalam telekonferensi, Senin (6/4/2020). Bantuan yang diserahkan berupa 2.000 baju APD, 2.000 pelindung muka/face shield dan 466 sepatu bot.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim, melalui video, menuturkan pihaknya telah merealokasi anggaran Rp405 miliar untuk mengaktifkan 13 rumah sakit pendidikan agar dapat merawat pasien Covid-19 dan 13 Fakultas Kedokteran untuk menjadi pusat tes (test center). Kemendikbud juga memobilisasi relawan mahasiswa kesehatan untuk membantu mengatasi pandemi Covid-19, serta menyiapkan asrama Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) dan Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) sebagai fasilitas karantina. Ini merupakan respons dari arahan Presiden Joko Widodo.

Baca Juga :   ‘Belajar dari Rumah’ Tayang Besok Senin, Ini Harapan Mendikbud

Gerakan ini sejalan dengan semangat kebijakan Kampus Merdeka. Kesempatan menjadi relawan kemanusiaan juga merupakan hal yang sangat bermanfaat dan penting untuk belajar dan mengasah keterampilan sebagai tenaga medis profesional

“Dalam kaitannya dengan ini, saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas respons cepat dan sigap Komisi X DPR RI sebagai mitra kerja strategis pemerintah dalam proses konsultasi dan penyusunan kebijakan selama darurat Covid-19,” ujar Nadiem seperti dikutip laman kemendikbud.

Solidaritas Mahasiswa Sejalan Semangat Kampus Merdeka

Kemendikbud juga sangat menghargai semangat antusiasme, solidaritas, dan gotong-royong yang ditunjukkan oleh 15 ribu relawan mahasiswa yang sudah bergabung. Menurut Nadiem gerakan itu sejalan dengan semangat Kampus Merdeka.

Baca Juga :   Kabar Gembira, Problem Guru Honorer Segera Dituntaskan

“Gerakan ini sejalan dengan semangat kebijakan Kampus Merdeka. Kesempatan menjadi relawan kemanusiaan juga merupakan hal yang sangat bermanfaat dan penting untuk belajar dan mengasah keterampilan sebagai tenaga medis profesional,” tutur dia.

Secara khusus Mendikbud menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada ISMKI (Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia) dan tujuh asosiasi mahasiswa kesehatan lainnya. Mereka telah menunjukkan tindakan nyata dalam menanggapi panggilan kemanusiaan. Gerakan ini disebut Nadiem sebagai perwujudan konkret dari semangat sejati setiap dokter, perawat, dan tenaga kesehatan profesional.

“Dalam menangani pandemi Covid-19 bangsa Indonesia membutuhkan solidaritas dan gotong royong semua elemen bangsa. Saatnya bangsa Indonesia menunjukkan jati dirinya sebagai bangsa yang terkenal dengan nilai gotong royong sesuai Pancasila,” kata Mendikbud.

Baca Juga :   2023, Tidak Ada Lagi Guru Honorer 

Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda mengapresiasi langkah strategis Kemendikbud dalam penanganan pandemi virus corona. Aksi solidaritas para mahasiswa, menurut Syaiful Huda, merupakan kontribusi terbaik yang bisa diberikan kepada bangsa dan negara.

“Saya bersyukur dan bangga, Kemendikbud sudah mengambil inisiatif. Ada 13 Fakultas Kedokteran yang sudah siap. Rumah Sakit Pendidikan kita juga sudah siap untuk uji Covid-19. Para relawan sudah mendapat pelatihan dari WHO, Kemenkes, dan dokter-dokter spesialis. Ini langkah yang cukup luar biasa,” ujar Syaiful Huda.*