Beranda Berita Pemerintah Batalkan Pelaksanaan UN 2020

Pemerintah Batalkan Pelaksanaan UN 2020

61
0
Pemerintah melalui Mendikbud Nadiem Anwar Makarim membatalkan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2020 berkenaan dengan meningkatnya wabah Covid-19 (Foto: antaranews.com)

SahabatGuru – Pemerintah membatalkan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2020 berkenaan dengan meningkatnya wabah Covid-19. Dalam situasi pandemi virus corona, pemerintah lebih mengutamakan kesehatan lahir dan batin siswa, guru, kepala sekolah dan seluruh warga sekolah sehingga UN tahun ini dibatalkan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan tidak hanya mereka yang berada di lingkungan sekolah tetapi juga keluarga para murid. Risiko kesehatan keluarga jelas menjadi perhatian karena virus corona memang mudah menular tetapi tidak sulit pula mematikannya.

“Setelah kami pertimbangkan dan diskusi dengan Presiden dan instansi di luar, kami putuskan membatalkan Ujian Nasional 2020,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim setelah rapat melalui Video Conference yang dipimpin Presiden Joko Widodo dengan topik Kebijakan UN Tahun 2020 di Jakarta, Selasa (24/3/2020) seperti dikutip antaranews.com.

Kita juga sudah tahu UN bukan untuk syarat kelulusan atau syarat seleksi masuk jenjang pendidikan tinggi. Jadi saya menilai lebih banyak risiko daripada benefit bila tetap melanjutkan UN,

Alasan pembatalan tersebut yang pertama atas prinsip dasar Kemendikbud yakni keamanan dan kesehatan siswa-siswa. Menurut Mendikbud tidak ada yang lebih penting daripada keamanan dan kesehatan siswa dan keluarga sehingga UN dibatalkan untuk 2020.

Baca Juga :   Pekerjaan Guru Bisa Bahayakan Masyarakat

“Bukan hanya untuk siswa-siswa tapi juga keluarga dan kakek nenek. Apalagi mereka yang ikut tes UN termasuk berjumlah sangat besar, yaitu 8 juta siswa,” kata Nadiem.

“Kita juga sudah tahu UN bukan untuk syarat kelulusan atau syarat seleksi masuk jenjang pendidikan tinggi. Jadi saya menilai lebih banyak risiko daripada benefit bila tetap melanjutkan UN,” ujar dia.

Mendikbud menuturkan tidak hanya UN tetapi juga Uji Kompetensi Keahlian bagi Sekolah Menengah Kejuruan ditiadakan. Dengan demikian, UN tidak menjadi syarat kelulusan atau seleksi masuk ke jenjang pendidikan lebih tinggi.

Meski demikian ujian sekolah masih bisa dilaksanakan oleh masing-masing sekolah. Namun tidak diperkenankan untuk melakukan tes tatap muka yang mengumpulkan siswa di kelas.

Baca Juga :   Kemendikbud Siapkan UN Khusus Siswa Korban Bencana Alam

“Ujian sekolah bisa diadministrasi lewat banyak opsi misalnya online atau angka 5 semester lain itu ditentukan masing-masing sekolah dan ujian sekolah tidak kami paksa untuk mengukur seluruh capaian kurikulum,” kata Mendikbud lagi.