Beranda Kabupaten Siswa Belajar di Rumah Didukung Penyedia Teknologi dan Konten Pendidikan

Siswa Belajar di Rumah Didukung Penyedia Teknologi dan Konten Pendidikan

102
0
Murid belajar di rumah karena wabah virus corona. Seorang murid saat belajar di kelas, (Foto: G.Susatyo)

SahabatGuru – Siswa yang belajar di rumah karena dampak virus corona tetap dapat menerima materi pembelajaran secara online. Jakarta, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus melakukan koordinasi dan mendorong para penyedia teknologi dan penyedia konten pendidikan untuk mendukung pembelajaran dalam jaringan (daring).

Hal ini dilakukan sesuai arahan Presiden Joko Widodo yang mengimbau masyarakat terutama di wilayah terdampak untuk bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah sebagai upaya membatasi interaksi (social distancing). Ini dilakukan demi mencegah penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim meminta agar aktivitas pembelajaran di daerah terdampak Covid-19 tetap berjalan dengan memanfaatkan teknologi. Kemendikbud mencatat sudah ada 12 mitra swasta di bidang teknologi pendidikan yang menyatakan dukungan terhadap pembelajaran daring.

Baca Juga :   Bupati Rocky Dorong Petani Kembangkan Kopi Robusta

Mendikbud telah menangani dan melakukan koordinasi sehingga kita mendapatkan bantuan gratis untuk belajar lewat online

“Beragam aktivitas pembelajaran bisa dilakukan oleh siswa dan mahasiswa dari rumah atau tempat tinggal masing-masing. Kita akan terus memfasilitasi program belajar dari rumah ini sesuai arahan Bapak Presiden,” kata Mendikbud Nadiem di Jakarta, Kamis (19/3/2020).

Sebelumnya, Presiden telah mengumumkan beberapa mitra swasta yang bekerja sama dengan pemerintah dalam memberikan layanan pembelajaran daring. Di antaranya Google Indonesia, Kelas Pintar, Microsoft, Quipper, Ruangguru, Sekolahmu, dan Zenius.

“Mendikbud telah menangani dan melakukan koordinasi sehingga kita mendapatkan bantuan gratis untuk belajar lewat online,” ujar Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (16/3/2020).

Belakangan, beberapa penyedia layanan pendidikan daring yakni Cisco System Indonesia, ICANDO, IndonesiaX, MejaKita, dan Udemy juga turut bergabung.

Baca Juga :   Peningkatan Kualitas Pendidikan Digelar di Kabupaten Serdang Bedagai

Marina Kacaribu, Country Managing Director dari Cisco Systems Indonesia berkomitmen untuk ikut serta dalam kolaborasi membantu pendidikan di Indonesia agar tetap terus berjalan di tengah wabah Covid-19. Guru dan murid tetap dapat menjalankan proses belajar-mengajar melalui Cisco Webex secara gratis. Cisco Webex adalah teknologi kolaborasi yang dapat digunakan sebagai media tatap muka virtual antara guru dan murid. Guru akan mengajar seperti biasa melalui video, termasuk berbagi konten presentasi dan berinteraksi dengan papan tulis digital melalui layar komputer/smartphone.

“Selain itu, Cisco Webex juga menyediakan ruang kelas digital berbasis messaging, sehingga guru dan murid dapat tetap berdiskusi dan berbagi materi melalui fitur group chat di Cisco Webex Teams yang kami sediakan,” tutur Marina.

Baca Juga :   Peningkatan Mutu Pendidikan, Barito Selatan Berharap Ada Terobosan

Syaiful Lokan, Pendiri dan Direktur Utama ICANDO menjelaskan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tidak boleh luput dari perhatian di tengah merebaknya wabah COVID-19 di Indonesia. ICANDO yang fokus pada Pendidikan Anak Usia Dini merupakan aplikasi yang bisa didapatkan secara gratis di Google Play Store dilengkapi dengan konten yang dikembangkan selaras dengan Kurikulum 2013 yaitu Game-based Education sehingga cocok untuk anak usia dini. ICANDO menjadikan belajar sebagai sesuatu yang menyenangkan dan tidak membebani anak-anak.

“Aplikasi ICANDO yang berisi lebih dari 200 mini games mulai dari literasi bahasa, literasi matematika, hidup sehat, dan karakter memberikan akses pembelajaran jarak jauh secara daring atau online untuk anak-anak usia dini agar tetap mendapatkan pembelajaran yang berkualitas dengan menyenangkan,” ujar Syaiful.*