Beranda Berita UN SMK Berjalan Sesuai Protokol Pencegahan Covid-19

UN SMK Berjalan Sesuai Protokol Pencegahan Covid-19

74
0
Pemerintah melalui Mendikbud Nadiem Anwar Makarim membatalkan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2020 berkenaan dengan meningkatnya wabah Covid-19 (Foto: antaranews.com)

SahabatGuru – Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berjalan sesuai dengan protokol kesehatan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menuturkan di tengah merebaknya wabah Coronavirus Disease (Covid-19), pelaksanaan hari pertama relatif aman.

UN kali ini diikuti 28 provinsi dengan total peserta sebanyak 729.763 (47,17%) di 7.380 (53,9%) sekolah. Bila ada sekolah yang tidak bisa melaksanakan atau menunda UN karena faktor Covid-19, Mendikbud berharap Dinas Pendidikan memastikan siswa tetap belajar di rumah, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta mengurangi aktivitas yang berisiko seperti berada di kerumunan. Pada prinsipnya mendikbud tetap mendukung langkah pemerintah daerah yang memilih menunda UN.

Baca Juga :   Pentingnya Pendidikan Antikorupsi Sejak Dini 

“Kemendikbud mendukung penuh pemerintah daerah yang memutuskan untuk menunda pelaksanaan UN berdasarkan tingkat risiko yang dihadapi. Kami telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mempermudah pemerintah daerah menghadapi tantangan ini,” kata Mendikbud di Jakarta, Selasa (17/3/2020).

Kita dukung kebijakan pemda untuk memastikan keamanan dan keselamatan semua warga sekolah. Ingat, ini bukan libur belajar, tetapi belajar di rumah, seperti anjuran Bapak Presiden

“Sementara bagi beberapa daerah yang tidak terdampak dan tetap melaksanakan UN saya ucapkan tetap semangat bekerja karena misi utama kita adalah untuk memastikan keamanan siswa dan tenaga pengajar di sekolah khususnya terkait pelaksanaan UN ini,” ujarnya.

Posko UN melaporkan ada enam provinsi meminta penundaan pelaksanaan UN SMK. Daerah yang mengajukan penundaan, yaitu Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, dan Riau. Sebanyak 817.169 peserta di 6.311 sekolah tidak mengikuti UN SMK karena kebijakan yang diambil kepala daerah masing-masing.

Baca Juga :   Tak Cukup Pendidikan Karakter, BNPB Minta Kebencanaan Masuk Kurikulum

“Kita dukung kebijakan pemda untuk memastikan keamanan dan keselamatan semua warga sekolah. Ingat, ini bukan libur belajar, tetapi belajar di rumah, seperti anjuran Bapak Presiden,” kata mendikbud menegaskan.

“Pelaksanaan ujian bagi mereka akan diatur ulang sesuai prosedur dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi yang berkembang,” ujar Nadiem.

Sebelumnya, Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) menerbitkan Protokol Pelaksanaan UN Tahun 2019/2020 untuk Penanganan Penyebaran Covid-19. Di dalam edaran tersebut, BSNP menetapkan delapan langkah preventif agar pelaksaan UN mengutamakan kesehatan peserta dan panitia.

BSNP memberikan dua opsi kepada pemerintah provinsi selaku panitia UN di tingkat daerah untuk pelaksaan UN 2019/2020 di tengah wabah Covid-19. Bagi pemerintah provinsi atau kabupaten/kota yang menyatakan tidak dalam keadaan darurat atau meliburkan kegiatan pendidikan di sekolah/madrasah di wilayahnya, maka penyelenggaraan Ujian Nasional tetap sesuai jadwal Prosedur Operasional Standar (POS), dan Protokol yang telah ditetapkan BSNP.

Baca Juga :   Nadiem: Saatnya Mengerti dan Tidak Sekadar Hafal Pancasila

Pelaksana Tugas Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan, Totok Suprayitno mengungkapkan pihaknya menghimpun laporan penyelenggaraan UN SMK berdasarkan laporan dari panitia di tingkat provinsi serta pemantauan dari tim Kemendikbud di lapangan.

“Secara umum berjalan lancar. Kendala-kendala di beberapa sekolah dapat ditangani oleh panitia setempat. Protokol kesehatan juga telah disosialisasikan dan dijalankan,” ujar Totok.*