Beranda Berita Cegah Virus Corona, Siswa SMA di Sulteng Diliburkan

Cegah Virus Corona, Siswa SMA di Sulteng Diliburkan

174
0
Siswa kelas X dan XI di Sulawesi Tengah diliburkan untuk pencegahan virus corona. Sebuah ilustrasi anak SMA yang sedang mengikuti pelajaran di sekolah. (Foto: solopos.com)

SahabatGuru – Aktivitas belajar mengajar siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat di Sulawesi Tengah diliburkan. Ini untuk mencegah penyebaran virus corona yang sudah masuk Indonesia selama dua atau tiga pekan terakhir.

Diliburkannya kegiatan belajar mengajar karena penularan virus corona bisa dilakukan di tengah kerumunan banyak orang. Dengan demikian pencegahan harus diupayakan meski harus menghentikan kegiatan sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sulteng, Irwan Lahace, seperti dikutip antaranews.com, menuturkan bila sekolah diliburkan selama dua pekan mulai Senin (16/3/2020) sampai Minggu (29/3/2020). Namun tidak semua kelas diliburkan.  

Pemberitahuan ini akan berubah jika ada perkembangan dan situasi terkini dari pemerintah pusat

Menurut dia peserta didik yang duduk di kelas XII tidak diliburkan. Mereka tetap melaksanakan aktivitas tersebut di sekolah. Pasalnya siswa SMK akan mengikuti Ujian Nasional (UN). Sedangkan kelas XII SMA mengikuti Ujian Akhir Nasional (UAS)

Baca Juga :   Bupati Gorontalo Utara : Biarkan UNBK dan USBN Berlangsung Tenang

Namun, katanya, kegiatan tersebut tetap mengacu kepada protokol pelaksanaan Ujian Nasional 2019/2020 untuk penanganan penyebaran virus itu.

“Siswa kelas X dan XI untuk jenjang SMA atau SMK atau SLB diliburkan mulai Senin, 16 Maret 2020 sampai Minggu, 29 Maret 2020,” kata Kepala Disdikbud Sulteng, Irwan Lahace, di Palu, Minggu (15/3/2020).

Meski siswa kelas X dan XI SMA/SMK/SLB, diliburkan, namun kegiatan belajar mengajar sesungguhnya tetap berjalan. Mereka akan mengikuti pembelajaran jarak jauh. Hanya pertemuan secara tatap muka yang tidak dilakukan karena siswa tidak datang ke sekolah.  

Sekolah sendiri wajib menyusun rencana pembelajaran dengan metode daring. Sekolah diharapkan memanfaatkan aplikasi pembelajaran jarak jauh berbasis portal dan android.

Baca Juga :   Mendikbud: Merdeka Belajar Jadi Teriakan Revolusi di Tanah Air

Menurut Irwan, aplikasi tersebut dapat diakses di laman resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Dia juga akan menyampaikan setiap perubahan dan perkembangan situasi yang terjadi.

“Pemberitahuan ini akan berubah jika ada perkembangan dan situasi terkini dari pemerintah pusat,” kata dia.*