Beranda Berita Mendikbud Sampaikan Belasungkawa Atas Insiden Susur Sungai

Mendikbud Sampaikan Belasungkawa Atas Insiden Susur Sungai

55
0
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim pun menyampaikan belasungkawa kepada keluarga siswa SMPN 1 Turi yang menjadi korban jiwa dalam insiden di sungai Sempor. (Foto: Kemdikbud.go.id)

SahabatGuru – Tragedi pendidikan di Indonesia. Kegiatan susur sungai yang dijalani ratusan siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Turi Sleman berakhir tragis. Kegiatan di luar sekolah itu merupakan bagian dari mancakrida ekstrakurikuler Pramuka.

Namun kegiatan yang dilakukan saat hujan itu berakhir tragedi. Para siswa terbawa arus sungai yang mengakibatkan 10 siswa meninggal dunia.

Saya menyampaikan belasungkawa dari lubuk hati yang paling dalam atas tragedi ini. Semoga orang tua serta keluarga siswa yang menjadi korban jiwa dapat diberi kekuatan menghadapi cobaan ini

Insiden itu membuat dunia pendidikan berduka karena ada siswa yang meninggal secara sia-sia. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim pun menyampaikan belasungkawa kepada keluarga siswa SMPN 1 Turi  yang menjadi korban jiwa dalam insiden di sungai Sempor.

Baca Juga :   Darurat Bencana, Nadiem Minta Pemda Prioritas Peserta Didik

“Saya menyampaikan belasungkawa dari lubuk hati yang paling dalam atas tragedi ini. Semoga orang tua serta keluarga siswa yang menjadi korban jiwa dapat diberi kekuatan menghadapi cobaan ini,” ujar Mendikbud Nadiem di Jakarta seperti dikutip kemdikbud.go.id.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pun tidak tinggal diam atas insiden itu. Kementerian bekerja sama dengan pemerintah daerah serta pihak-pihak terkait untuk memastikan evakuasi dan penanganan para korban menjadi prioritas.

Terkait siswa yang mengalami luka-luka serta trauma karena kejadian itu, Mendikbud berharap segera mengalami kesembuhan serta pemulihan. Selain memastikan prioritas perawatan kepada para korban luka dan trauma psikis, Mendikbud juga meminta tim Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah (Ditjen PAUD Dasmen) bersama tim dari Inspektorat Jenderal untuk segera melakukan investigasi di lapangan.

Baca Juga :   Genjot Vokasi Dual System, Kemenperin Latih 2000 Guru SMK

“Kami bersama pemerintah setempat dan pihak berwajib terjun langsung ke lapangan untuk menelusuri apa yang menyebabkan hal ini bisa terjadi,” tutur Mendikbud.

Insiden yang terjadi pada Jumat (21/2/2020), menurut Mendikbud, menjadi contoh bagi setiap sekolah untuk terus berhati-hati dan waspada dalam melaksanakan aktivitas di luar sekolah. Mendikbud berharap kegiatan seperti itu harus dipersiapkan secara matang dan mengutamakan keamanan serta keselamatan siswa. *